Pusat oleh-oleh telur asin khas Brebes di Jalur Pantura, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, diserbu ribuan pemudik yang melintas saat arus balik Lebaran. Lonjakan pembeli ini membuat omzet pedagang meroket hingga tiga kali lipat dibandingkan hari biasa, dengan rata-rata penjualan mencapai 15 ribu butir telur asin setiap hari.

Keramaian terlihat jelas di sejumlah pusat oleh-oleh telur asin sepanjang Jalan Pangeran Diponegoro, Brebes, yang menjadi titik persinggahan favorit para pemudik. Memasuki tiga hari pascalebaran, arus kendaraan pemudik yang hendak kembali ke wilayah Jabodetabek mulai memadati jalur tersebut, sekaligus memicu aktivitas belanja oleh-oleh.

Antrean Pembeli dan Peningkatan Penjualan

Puluhan pembeli tampak mengantre di toko-toko yang berjejer di kawasan tersebut. Mereka memburu berbagai varian telur asin, mulai dari telur asin bakar, pindang, hingga rebus, sebagai buah tangan khas daerah.

Salah seorang pemudik asal Jakarta, Yuyun (47), mengaku hampir setiap tahun menyempatkan diri membeli telur asin khas Brebes saat pulang kampung ke Tegal. “Ya, untuk dimakan sendiri bersama keluarga. Juga akan dibagikan ke saudara dan tetangga sebagai oleh-oleh Lebaran,” ujar Yuyun pada Selasa (24/3/2026).

Pemilik toko telur asin, Dhani Bagus Purnama, mengonfirmasi peningkatan penjualan yang signifikan. Menurutnya, lonjakan ini sudah terasa sejak hari pertama Lebaran dan terus berlanjut hingga masa arus balik. “Bahkan, sejak sehari Lebaran, penjualan selalu meningkat. Setiap hari paling tidak 15 ribu butir telur asin habis laku diborong pemudik,” jelas Dhani.

Dhani menambahkan, harga telur asin bervariasi, mulai dari Rp8.500 per butir untuk telur asin rebus dan Rp9.500 per butir untuk telur asin bakar. Selain telur asin, pemudik juga memburu berbagai oleh-oleh khas Brebes lainnya seperti kerupuk telur asin, saus telur asin, bawang merah, bawang goreng, kerupuk rambak, hingga bandeng presto.