Pemerintah Kota Palu, Sulawesi Tengah, secara serius meningkatkan kualitas pelayanan publik yang inklusif bagi penyandang disabilitas. Langkah konkret ini diwujudkan melalui program orientasi pengenalan budaya tuli dan pelatihan Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemerintah daerah setempat.
Wali Kota Palu Hadianto Rasyid menegaskan pentingnya inisiatif ini. “Kita sebagai petugas pemerintah harus semakin mampu membangun komunikasi dua arah bersama mereka yang memiliki keterbatasan dalam hal pendengaran,” kata Hadianto di Palu, Kamis (21/5/2026).
Menurut Hadianto, pelatihan ini merupakan langkah krusial untuk meningkatkan kemampuan aparatur pemerintah dalam membangun komunikasi yang lebih baik dan inklusif, khususnya dengan teman tuli. Ia menekankan bahwa kegiatan ini tidak boleh dipandang sebagai acara seremonial semata, melainkan harus ditindaklanjuti secara serius dan berkelanjutan.
Hadianto menegaskan bahwa pemerintah, sebagai pelayan masyarakat, wajib hadir dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk keluarga penyandang disabilitas. “Jangan sampai kita meminggirkan mereka lantaran keterbatasan kita berkomunikasi dengan mereka. Mereka memiliki cara komunikasi yang berbeda,” ujarnya.
Ia berharap, melalui orientasi tersebut, setiap perangkat daerah nantinya memiliki sumber daya manusia yang memahami bahasa isyarat maupun budaya tuli. Hal ini diharapkan dapat mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat. “Kalau setiap dinas memiliki ahli bahasa tuli, tentu itu akan sangat membantu kita,” tambah Hadianto.
Langkah ini disebutnya sebagai bentuk perhatian nyata Pemerintah Kota Palu terhadap keluarga penyandang disabilitas yang perlu diperkuat secara serius, tidak hanya di tingkat organisasi perangkat daerah (OPD) tetapi hingga tingkat kelurahan. “Kalau ini kita kuatkan di kelurahan, maka perhatian dan pelayanan itu juga akan terbangun di tingkat kelurahan,” jelasnya.
Hadianto meminta seluruh pihak untuk memastikan program tersebut berjalan dengan baik dan tidak ragu menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi. Upaya ini bertujuan memperkuat hubungan dan rencana aksi Pemerintah Kota Palu bersama keluarga disabilitas. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk komitmen Pemerintah Kota Palu dalam mewujudkan pelayanan publik yang inklusif dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat.
