Pemerintah Kota Cimahi berencana memberlakukan kebijakan work from home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Cimahi setiap hari Rabu. Langkah ini diambil sebagai upaya penghematan Bahan Bakar Minyak (BBM) di tengah ancaman krisis energi global yang dipicu oleh eskalasi konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menjelaskan bahwa pemilihan hari Rabu dianggap paling ideal dibandingkan hari lainnya. “Kita ikuti petunjuk pemerintah pusat yang mana pemberlakuan WFH. Kita ambil jalan paling tengah di hari Rabu,” ujar Ngatiyana pada Senin (30/3/2026).
Menurut Ngatiyana, penerapan WFH pada hari Senin atau Selasa berpotensi membuat ASN menganggapnya sebagai libur panjang karena berdekatan dengan akhir pekan. Sementara itu, jika WFH diterapkan pada Kamis atau Jumat, dikhawatirkan akan dimanfaatkan sebagai “hari kejepit” yang berisiko disalahgunakan. Oleh karena itu, hari Rabu dipilih sebagai titik tengah yang paling sesuai.
Meskipun demikian, Ngatiyana menyatakan bahwa waktu pasti penerapan WFH masih menunggu arahan resmi dari pemerintah pusat. “Nanti setelah turun dari kementerian, gubernur kemudian ke kabupaten kota, kita juga akan melaksakana WFH sehari,” jelasnya.
Ngatiyana juga menegaskan bahwa kebijakan WFH ini tidak akan mengganggu pelayanan publik. Semua layanan yang berhubungan langsung dengan masyarakat akan tetap berjalan normal dan optimal.
Sekretaris Daerah Kota Cimahi, Maria Fitriana, menambahkan bahwa upaya penghematan BBM lain telah diterapkan sejak awal tahun, termasuk pemangkasan perjalanan dinas ASN dan pengalihan rapat ke platform daring seperti Zoom. “Kalau perjalanan dinas dari awal kita sudah jarang, rapat-rapat juga sudah memakai Zoom. Untuk WFH masih menunggu arahan pusat,” kata Maria Fitriana.
Maria Fitriana turut mengimbau masyarakat agar tidak panik membeli atau menimbun BBM. Ia memastikan bahwa sejauh ini kondisi pasokan BBM masih aman. “Kita belum menerima informasi atau laporan kelangkaan BBM. Kita imbau masyarakat tidak panic buying, tapi harus berhemat, mengurangi jalan-jalan,” ujarnya.
