Pemerintah Republik Indonesia mempercepat perbaikan infrastruktur jalan di jalur strategis Pantai Utara (Pantura) hingga Tol Trans Jawa. Langkah ini diambil guna memastikan kelancaran arus mudik Lebaran 2026 yang diprediksi akan mengalami lonjakan mobilitas kendaraan.
Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI menjelaskan bahwa percepatan ini merupakan respons terhadap tingginya pergerakan masyarakat di Pulau Jawa, yang menjadi koridor utama saat periode mudik. Fokus utama perbaikan adalah penanganan kerusakan jalan, khususnya lubang-lubang yang tersebar di ruas jalan nasional.
Prioritas Penanganan Lubang di Pantura
Di wilayah Pantura bagian barat, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI-Jawa Barat, mengintensifkan penanganan lubang jalan. Perbaikan ini krusial agar kondisi jalan siap menghadapi volume kendaraan yang meningkat drastis saat puncak arus mudik.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa penanganan lubang jalan menjadi prioritas utama dan ditargetkan rampung sebelum puncak arus mudik tiba. “Dilaporkan ada sekitar 7.000 lubang, sekarang sudah turun drastis ke angka 2.500. Kami pastikan sebelum arus mudik, hampir seluruhnya sudah pothole-free (bebas lubang),” ujar Dody.
Strategi Perbaikan Jangka Pendek dan Menengah
Dalam jangka pendek, perbaikan dilakukan melalui metode patching atau penambalan cepat. Metode ini bertujuan untuk segera mengatasi kerusakan dan menjaga kelancaran lalu lintas. Sementara itu, untuk jangka menengah, Kementerian PU telah menyiapkan langkah lanjutan.
Langkah jangka menengah tersebut meliputi pelapisan ulang (overlay) serta peningkatan konstruksi menjadi rigid pavement atau beton di sejumlah titik rawan. Peningkatan ini diharapkan dapat mengoptimalkan ketahanan jalan, terutama di ruas-ruas yang sering dilalui kendaraan berat.
Perhatian khusus juga diberikan pada ruas Pemalang–Pekalongan. Bagian penting dari koridor strategis Pantura ini dikenal memiliki mobilitas kendaraan tinggi, terutama kendaraan logistik dan angkutan umum. “Ruas Pemalang-Pekalongan ini harus dipastikan dalam kondisi mantap dan aman dilalui masyarakat sebelum Lebaran,” tambah Dody Hanggodo.
Dengan berbagai upaya percepatan ini, pemerintah berharap arus mudik Lebaran 2026 dapat berjalan lancar, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.
sumber gambar: Antara 