PALU – Pembangunan Gereja Kasih Anugerah – Palu City Blessing secara resmi dimulai dengan peletakan batu pertama di Jalan Tanjung Tada I, Kota Palu, Kamis (30/4/2026). Momentum ini menandai langkah penting bagi jemaat yang telah lama menantikan tempat ibadah yang lebih representatif, setelah mendapatkan persetujuan dari Pemerintah Kota Palu.
Pastor Gereja Kasih Anugerah – Palu City Blessing, Yosi Sudarmadji, memimpin langsung prosesi peletakan batu pertama tersebut. Ia mengungkapkan rasa syukurnya atas dimulainya pembangunan rumah ibadah ini.
“Setelah mendapat persetujuan dari Pemerintah Kota Palu, kami memulai pembangunan. Bangunan ini dirancang dengan kapasitas 300 orang, dengan luas 18×22 meter, serta dilengkapi lahan parkir yang luas sehingga sebisa mungkin tidak menggunakan badan jalan,” ujar Pastor Yosi.
Ia menambahkan, proses pembangunan gereja ditargetkan berlangsung selama satu tahun, dengan penyesuaian terhadap ketersediaan anggaran. Gereja Kasih Anugerah sendiri telah berdiri selama 21 tahun.
“Gereja ini telah berdiri selama 21 tahun dengan jumlah jemaat sebanyak 147 orang atau 54 kepala keluarga (KK). Saat ini, jemaat masih melaksanakan ibadah di Jalan Samratulangi sambil menunggu proses pembangunan gereja selesai,” terang Pastor Yosi.
Sementara itu, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan Sekretariat Daerah Kota Palu, Nathan Pagasongan, menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh jemaat dan panitia pembangunan. Menurutnya, dimulainya pembangunan ini memiliki makna yang mendalam.
“Momentum hari ini bukan sekadar dimulainya pembangunan fisik sebuah rumah ibadah, tetapi juga menjadi simbol penguatan iman, kebersamaan, dan kerukunan umat beragama di Kota Palu,” ujar Nathan.
Nathan menegaskan bahwa rumah ibadah memiliki peran krusial tidak hanya sebagai tempat beribadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan rohani, pendidikan moral, serta mempererat persaudaraan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat. Ia juga menekankan komitmen Pemerintah Kota Palu dalam mendukung pembangunan sarana keagamaan.
“Pemerintah Kota Palu berkomitmen mendukung pembangunan sarana keagamaan guna menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis, toleran, dan saling menghormati dalam keberagaman,” tambahnya.
Nathan mengingatkan bahwa Kota Palu adalah rumah bagi semua warganya, dengan berbagai latar belakang suku, agama, dan budaya yang harus dijaga bersama dalam semangat persatuan. “Kota Palu adalah rumah bagi kita semua, dengan berbagai latar belakang suku, agama, dan budaya yang harus kita jaga bersama dalam semangat persatuan,” katanya.
Ia berharap pembangunan Gereja Kasih Anugerah – Palu City Blessing dapat berjalan lancar, tepat waktu, dan memberikan manfaat besar bagi jemaat serta masyarakat sekitar. Nathan juga mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga semangat gotong royong selama proses pembangunan berlangsung.
“Semoga Tuhan memberkati setiap langkah dan usaha kita,” tutup Nathan.
