Pengurus Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) Cabang Nusa Tenggara Barat (NTB) periode 2025–2028 resmi dilantik di Kota Mataram pada Minggu (29/3). Pelantikan ini menandai komitmen organisasi profesi tersebut untuk memperkuat layanan kesehatan jiwa di wilayah NTB.

Ketua Umum Pengurus Pusat PDSKJI, dr. Agung Frijanto, secara langsung melantik jajaran pengurus baru yang kini dipimpin oleh dr. Danang Nur Adiwibawa sebagai Ketua PDSKJI Cabang NTB. Seluruh pengurus yang dilantik mengikuti prosesi pengambilan sumpah jabatan, menegaskan kesiapan mereka untuk melanjutkan estafet kepemimpinan dan menjalankan program kerja organisasi.

Apresiasi dan Inovasi Program

Dalam sambutannya, Ketua PDSKJI Cabang NTB dr. Danang Nur Adiwibawa menyampaikan apresiasi mendalam kepada pengurus periode sebelumnya. Ia menyoroti dedikasi mereka dalam mengembangkan berbagai program pelayanan kesehatan jiwa, pendidikan, hingga pengabdian masyarakat.

“Pengabdian yang telah dilakukan diharapkan terus memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat,” ujar dr. Danang, seraya menambahkan bahwa kegiatan seperti konsultasi kesehatan jiwa, seminar edukasi, dan bakti sosial telah menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan mental.

Ke depan, kepengurusan baru berkomitmen untuk melanjutkan program-program yang telah berjalan. Selain itu, mereka juga akan menghadirkan inovasi yang lebih adaptif terhadap perkembangan ilmu kedokteran jiwa dan kebutuhan masyarakat.

Peran Strategis dan Tantangan Pemerataan

Sebagai mitra pemerintah, PDSKJI NTB memiliki peran strategis dalam memperkuat organisasi, meningkatkan profesionalisme tenaga medis, serta memperluas kontribusi dalam pembangunan kesehatan jiwa di Nusa Tenggara Barat. Organisasi ini juga telah menjalin kerja sama erat dengan berbagai pihak, termasuk fakultas kedokteran, rumah sakit umum daerah (RSUD), puskesmas, serta organisasi profesi lain seperti Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) dan Ikatan Psikolog Klinis, guna meningkatkan akses layanan kesehatan mental.

Namun demikian, dr. Danang mengungkapkan adanya tantangan signifikan terkait pemerataan ketersediaan dokter spesialis kesehatan jiwa di NTB. Saat ini, hanya terdapat 19 dokter spesialis kesehatan jiwa yang tersebar di beberapa kabupaten/kota, dengan konsentrasi terbanyak berada di Kota Mataram.

Ia menyebutkan, masih ada tiga daerah yang belum memiliki dokter spesialis kesehatan jiwa, yaitu Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Dompu, dan Kabupaten Bima. “Idealnya setiap kabupaten memiliki minimal satu dokter spesialis kesehatan jiwa, namun kondisi saat ini belum merata,” tegas dr. Danang.

Selain itu, terdapat 11 dokter yang masih berstatus residen atau peserta pendidikan spesialis (PPDS). Kehadiran mereka diharapkan dapat menambah jumlah tenaga ahli di masa mendatang, meskipun kebutuhan akan pemerataan masih menjadi prioritas.

Komitmen Hadapi Kompleksitas Kesehatan Jiwa

PDSKJI NTB menyadari bahwa tantangan kesehatan jiwa ke depan akan semakin kompleks. Hal ini seiring dengan meningkatnya kasus gangguan mental, meluasnya kebutuhan layanan, serta tingginya tuntutan profesionalisme. Untuk itu, organisasi ini berkomitmen pada beberapa hal:

  • Meningkatkan mutu layanan kesehatan jiwa yang profesional dan beretika.
  • Mengembangkan kegiatan ilmiah dan pendidikan berkelanjutan.
  • Memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan institusi pendidikan.
  • Memperluas peran dalam upaya promotif dan preventif kesehatan jiwa di tengah masyarakat.

Sementara itu, Ketua Umum PP PDSKJI dr. Agung Frijanto dalam sambutannya menekankan pentingnya soliditas dan profesionalisme pengurus baru dalam menjalankan organisasi. Ia berharap kepengurusan yang baru mampu bekerja lebih optimal dan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan jiwa masyarakat di Nusa Tenggara Barat.

“Pengurus yang baru diharapkan mampu bekerja lebih solid, profesional, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” pungkas dr. Agung.