Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Selatan (Sulsel) menyiapkan 120 titik layanan penukaran uang rupiah layak edar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi. Jumlah titik layanan ini meningkat 14 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepala Perwakilan BI Sulsel, Rizki Ernadi Wimanda, menjelaskan bahwa layanan penukaran uang ini merupakan hasil sinergi dengan perbankan dan pemerintah daerah. Layanan akan berlangsung mulai 19 Februari hingga 13 Maret 2026.

Berbagai Skema Layanan Penukaran Uang

Masyarakat dapat memanfaatkan beragam skema layanan yang disediakan BI Sulsel. Rizki Ernadi Wimanda merinci beberapa di antaranya:

“Masyarakat dapat memanfaatkan berbagai skema layanan, antara lain layanan Penukaran Sinergi Perbankan di 20 kantor bank se-Makassar dengan kuota 100 orang per hari.”

Selain itu, terdapat layanan terpadu sinergi perbankan dan pemerintah daerah di tujuh lokasi strategis, meliputi Makassar, Gowa, Parepare, Bulukumba, Bone, dan Palopo. Setiap lokasi ini menyediakan kuota hingga 1.000 orang per hari.

BI Sulsel juga menghadirkan layanan ritel di 10 rumah ibadah, dengan lima masjid di Makassar dan lima di luar Makassar, masing-masing melayani 300 orang per rumah ibadah. Skema tematik juga disiapkan melalui program Jelajah Phinisi yang akan menyasar tiga pulau di Makassar dan Takalar pada 8 Maret 2026.

Aplikasi PINTAR dan Peningkatan Kuota

Untuk meningkatkan kepastian dan ketepatan layanan, Bank Indonesia mengoptimalkan penggunaan aplikasi PINTAR untuk pemesanan penukaran uang. Rizki Ernadi Wimanda menambahkan, jumlah paket penukaran yang disediakan juga melonjak signifikan.

“Tahun ini, BI menyediakan 26.143 paket penukaran melonjak 61 persen dibanding 16.243 paket pada tahun sebelumnya.”

Setiap individu berhak menukar uang maksimal Rp5,3 juta, meningkat dari batas tahun lalu yang sebesar Rp4,3 juta. Pecahan uang yang dapat ditukar telah ditentukan oleh BI.

Perluasan Akseptasi QRIS di Sulsel

Di sektor non-tunai, penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Sulawesi Selatan terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Hingga saat ini, jumlah merchant QRIS telah mencapai 1,3 juta, dengan 76,8 persen di antaranya didominasi oleh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Meskipun konsentrasi penggunaan QRIS masih terpusat di Kota Makassar sebesar 43 persen, Bank Indonesia berkomitmen untuk memperluas akseptasi digitalisasi pembayaran ke seluruh kabupaten/kota di Sulsel.

“Meski konsentrasi masih berada di Kota Makassar (43 persen), Bank Indonesia berkomitmen memperluas akseptasi digitalisasi pembayaran ke seluruh kabupaten/kota.”