Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) memutuskan untuk mengikat Sergio Veloso dengan kontrak jangka pendek sebagai pelatih Timnas voli putra Indonesia. Keputusan ini dikonfirmasi oleh Wakil Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Wakabid Binpres) PBVSI, Loudry Maspaitella, yang menyebut rekam jejak Veloso di Filipina menjadi salah satu pertimbangan utama.
Manajer asal Brasil, Sergio Veloso, yang lahir pada 17 September 1969, hanya akan diberi waktu enam bulan untuk mempersiapkan Rivan Nurmulki dan kolega menghadapi ajang akbar ke depannya.
Loudry Maspaitella Harapkan Kinerja Maksimal
Loudry Maspaitella menegaskan harapan federasi terhadap pelatih baru tersebut. “Kami memberikan kesempatan kepada Sergio Veloso selama enam bulan. Saya berharap dia bisa maksimal dan mencapai target yang diberikan,” ujar Loudry saat dihubungi.
Rekam Jejak Veloso di Filipina Tuai Pro Kontra
Keputusan PBVSI menunjuk Sergio Veloso sempat menuai pro dan kontra di kalangan penggemar voli tanah air. Banyak pihak menyoroti rekam jejak Veloso saat melatih tim nasional Filipina yang dinilai kurang mentereng.
- Prestasi terbaik tim asuhan Veloso di Filipina adalah menempati posisi ke-10 pada AVC Nations Cup 2024.
- Selain itu, timnya juga menjadi juru kunci di ajang SEA V League.
Sebelum memutuskan Sergio Veloso, PBVSI sejatinya telah mempertimbangkan beberapa nama lain, termasuk Marco Antonio Queiroga dari Brasil dan Nicolas Vives dari Kuba. Keputusan akhir ini mendapatkan persetujuan dari Sekretaris Jenderal PBVSI, Heyzer Harsono.
