Sektor pariwisata Provinsi Lampung mencatat perputaran ekonomi yang signifikan, mencapai Rp53,11 triliun sepanjang tahun 2025. Angka ini menegaskan peran vital pariwisata sebagai motor penggerak ekonomi daerah.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan data tersebut di Bandarlampung pada Kamis, 22 Januari 2026. Ia menekankan bahwa dampak pariwisata melampaui sekadar kunjungan wisatawan.
“Pariwisata bukan hanya soal kunjungan, tetapi bagaimana kehadiran wisatawan memberi dampak langsung bagi masyarakat,” ujar Gubernur Rahmat Mirzani Djausal.
Menurutnya, rata-rata pengeluaran wisatawan di Lampung mencapai sekitar Rp2,15 juta per orang. “Dari data ini menunjukkan pariwisata Lampung telah menjadi penggerak ekonomi daerah,” tambahnya.
Dampak Positif bagi UMKM dan Penyerapan Tenaga Kerja
Pertumbuhan sektor pariwisata pada tahun 2025 juga memberikan manfaat besar bagi pelaku usaha lokal. Lebih dari 3.000 usaha mikro kecil menengah (UMKM) di berbagai sektor, termasuk kuliner, kerajinan, transportasi, dan akomodasi, merasakan dampak positif dan mengalami peningkatan aktivitas usaha.
“Tercatat lebih dari 3.000 usaha mikro kecil menengah (UMKM) di sektor kuliner, kerajinan, transportasi, dan akomodasi mendapatkan dampak positif serta mengalami peningkatan aktivitas usaha,” ucap Gubernur.
Selain itu, sektor pariwisata turut berkontribusi besar dalam penciptaan lapangan kerja. Sepanjang 2025, lebih dari 254.298 tenaga kerja di Lampung terserap di sektor ini, baik di sektor formal maupun informal. “Tenaga kerja ini terserap baik di sektor formal maupun informal, sehingga turut membantu menurunkan tingkat pengangguran di Provinsi Lampung,” jelasnya.
Dukungan Infrastruktur dan Komitmen Pemerintah
Dari sisi infrastruktur, Provinsi Lampung didukung oleh sekitar 544 hotel berbintang dan non-bintang, dengan total lebih dari 16.000 kamar. Tingkat hunian kamar di Lampung mencapai 48,93 persen, menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Tingkat hunian kamar di Lampung ini mencapai 48,93 persen, meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” ujar Rahmat Mirzani Djausal.
Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sektor pariwisata. Upaya ini akan dilakukan melalui peningkatan kualitas destinasi, penguatan aksesibilitas, serta pembangunan konektivitas dan infrastruktur jalan menuju kawasan wisata unggulan.
“Keberhasilan ini adalah hasil kerja bersama antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat. Pemerintah Provinsi Lampung akan terus memastikan pembangunan pariwisata berjalan berkelanjutan dan memberi manfaat luas bagi masyarakat,” pungkas Gubernur.
