Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bandung mencatatkan peningkatan signifikan hingga lebih dari 15 persen. Kenaikan ini didominasi oleh kepatuhan pajak dari sektor restoran serta geliat penyelenggaraan acara (event) yang mulai stabil, menjadi motor penggerak ekonomi daerah.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengapresiasi kesadaran pelaku usaha, khususnya di sektor kuliner, yang telah berkontribusi pada peningkatan PAD. Namun, ia juga menyoroti dinamika pada sektor perhotelan, di mana terjadi ketimpangan okupansi antara hotel berbintang dan non-bintang.
“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada para pengelola restoran yang telah patuh membayar pajak 10 persen. Memang tidak menutup kemungkinan adanya pelaku usaha yang belum optimal dalam pelaporan pajak. Padahal kalau mereka melapor, ada banyak bantuan yang bisa kita berikan,” ujar Farhan di Bandung, Kamis (19/2).
Terkait hotel non-bintang yang mengalami penurunan okupansi, Pemerintah Kota Bandung berencana menyiapkan program pembinaan khusus. Program ini mencakup dukungan teknis dalam pengelolaan sampah dan air limbah secara mandiri, diharapkan dapat membantu sektor tersebut bangkit.
Penguatan Infrastruktur dan Kemandirian Fiskal
Farhan menegaskan bahwa penguatan PAD merupakan fondasi utama untuk membiayai pembangunan infrastruktur dan layanan publik secara berkelanjutan. Dengan kondisi fiskal yang sehat, pemerintah memiliki ruang gerak lebih luas untuk melakukan pembangunan tanpa memberikan beban tambahan bagi masyarakat.
“Peningkatan PAD menjadi fondasi penting bagi pembiayaan pembangunan, terutama infrastruktur dan layanan publik. Kita jaga ekosistem usaha tetap tumbuh, tapi juga patuh. Itu kuncinya,” tambahnya.
Sektor Ekonomi Kreatif dan Olahraga sebagai Sumber Pendapatan Baru
Selain pajak konvensional, Pemerintah Kota Bandung mulai melirik sektor ekonomi kreatif dan olahraga sebagai sumber pendapatan baru. Beberapa faktor pendukung yang diidentifikasi meliputi:
- Tuan Rumah Event Besar: Persiapan sebagai tuan rumah Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) dan pendukung Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).
- Klub Olahraga Profesional: Dampak ekonomi dari pertandingan klub besar seperti Persib Bandung dan Satria Muda Pertamina Bandung.
- Wisata Festival: Penyelenggaraan festival budaya dan pertunjukan seni yang konsisten menarik wisatawan.
“Antusiasme pertandingan Persib dan Satria Muda Pertamina Bandung menjadi contoh bagaimana event olahraga mampu menggerakkan sektor kuliner, transportasi, hingga perhotelan,” papar Farhan.
Ia optimistis jika ekosistem event ini diperkuat dan diperluas, perputaran ekonomi di Kota Bandung akan semakin merata, yang pada akhirnya berdampak langsung pada kesejahteraan warga.
