Nama Fadly Alberto Hengga menjadi sorotan publik sepak bola Indonesia setelah aksi tidak terpuji yang dilakukannya dalam ajang Elite Pro Academy (EPA) U-20 Super League 2025/2026. Insiden yang dikenal sebagai ‘tendangan kungfu’ tersebut tidak hanya menuai kecaman, tetapi juga berujung pada pencoretan dirinya dari skuad Timnas Indonesia U-20.

Menanggapi kasus ini, Pelatih Timnas Indonesia U-20, Nova Arianto, mengungkapkan kekecewaannya. Meski demikian, ia tidak sepenuhnya menutup pintu bagi Fadly Alberto untuk kembali memperkuat Garuda Muda di masa mendatang.

Sikap dan Disiplin Jadi Penentu

Aksi ‘tendangan kungfu’ yang dilakukan Fadly Alberto terjadi saat laga antara Dewa United U-20 melawan Bhayangkara FC U-20 di Stadion Citarum, Semarang. Tindakan tersebut sontak menjadi viral dan memicu reaksi keras dari berbagai pihak.

Nova Arianto, yang juga mantan pemain Persib Bandung, menegaskan bahwa insiden ini harus menjadi pelajaran berharga bagi pemain muda tersebut. “Ini jelas kami sesalkan. Tapi di sisi lain, dia masih pemain muda. Harusnya ini jadi pelajaran penting buat dia,” kata Nova Arianto.

Lebih lanjut, Nova Arianto menekankan bahwa pemanggilan pemain ke Timnas U-20 tidak hanya didasarkan pada kualitas teknis semata. Menurutnya, sikap, disiplin, dan kedewasaan di lapangan menjadi faktor krusial yang turut menentukan.

“Kami tidak hanya melihat kualitas bermain. Attitude juga jadi catatan utama. Itu yang menentukan,” tegas Nova Arianto, menyoroti pentingnya aspek non-teknis dalam pembentukan karakter pemain nasional.

Pernyataan Nova Arianto ini mengindikasikan bahwa masa depan Fadly Alberto di Timnas U-20 masih terbuka, namun sangat bergantung pada perubahan sikap dan komitmennya untuk menunjukkan kedewasaan sebagai seorang atlet profesional.