Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, memastikan ritase pembuangan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongok, Kabupaten Lombok Barat, kembali normal menjadi empat ritase. Sebelumnya, pembuangan sampah sempat dibatasi hanya sekali, menyebabkan penumpukan di sejumlah tempat penampungan sementara (TPS) di Kota Mataram.

Kepala DLH Kota Mataram, Nizar Denny Cahyadi, mengungkapkan bahwa kondisi ini telah berlangsung hampir seminggu. “Alhamdulillah hampir seminggu ini pembuangan sampah ke TPA kembali normal. Dari satu ritase, kini normal jadi empat ritase,” kata Nizar di Mataram, Jumat (06/03/2026).

Normalisasi operasional TPA Kebon Kongok ini terjadi setelah rampungnya penataan tahap pertama landfill di kawasan tersebut. Dengan dibukanya kembali TPA Regional tersebut, upaya pengurangan volume sampah di TPS-TPS sudah mulai dilakukan secara intensif oleh DLH Mataram.

Prioritas Pengurangan Sampah di TPS Bintaro

Nizar menjelaskan, pihaknya saat ini memprioritaskan pengurangan sampah di TPS Bintaro, Ampenan. Hal ini lantaran kondisi TPS tersebut sudah sangat parah dan mengganggu aktivitas pengendara karena lokasinya yang berada persis di jalan utama.

“Sampah di TPS Bintaro, kami prioritaskan pengurangan karena kondisinya sudah parah dan mengganggu pengendara sebab berada persis di jalan utama,” tegas Nizar. Ia menargetkan tumpukan sampah di TPS Bintaro Ampenan dapat diselesaikan dalam waktu tiga minggu ke depan.

“Setelah ritase buang sampah ke TPA Kebon Kongok normal, kami targetkan tiga minggu ke depan TPS Bintaro kembali bersih,” ujarnya.

Selanjutnya, TPS Sandubaya

Setelah penanganan TPS Bintaro rampung, petugas DLH Kota Mataram akan segera menyasar TPS Sandubaya. Volume sampah di TPS tersebut juga dilaporkan sudah melebihi kapasitas.

“Untuk sampah di TPS Sandubaya, segera kami cicil angkut ke TPA setelah TPS Bintaro Ampenan bersih,” pungkas Nizar.

Sumber Gambar: (url artikel asli disini)