Ratusan nelayan di pesisir Kabupaten Cirebon terpaksa menghentikan aktivitas melaut mereka. Kondisi cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut sejak akhir Januari 2026 membuat para nelayan tidak dapat mencari ikan, demi keselamatan jiwa.
Cuaca Ekstrem dan Gelombang Tinggi
Kepala Desa Citemu, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Herintiano, mengungkapkan bahwa sebagian besar nelayan di desanya tidak melaut. “Sebagian besar nelayan di sini terpaksa berhenti melaut karena cuaca ekstrem yang terjadi saat ini,” ujar Herintiano pada Jumat (6/2).
Herintiano menjelaskan, cuaca ekstrem yang dimaksud berupa hujan deras disertai angin kencang. Kondisi ini memicu gelombang tinggi yang sangat berbahaya, terutama bagi kapal-kapal nelayan di Desa Citemu yang berukuran kecil.
“Kapal-kapal nelayan di sini ukurannya kecil. Jadi kalau ombak tinggi riskan dan bisa membuat kapal terbalik,” tambahnya.
Menurut Herintiano, para nelayan menyebut kondisi ini sebagai musim angin barat, yang ditandai dengan hujan lebat, badai, dan gelombang tinggi. Fenomena ini telah berlangsung sejak akhir Januari lalu.
“Cuaca sekarang benar-benar tidak menentu. Kadang hujan, kadang panas. Kalau di darat hujan, di laut kondisinya jauh lebih berat, hujan deras disertai badai dan ombak tinggi,” kata Herintiano, menggambarkan situasi yang dihadapi para nelayan.
Dampak Ekonomi dan Harapan Koperasi
Keputusan untuk tidak melaut merupakan langkah preventif demi keselamatan. Namun, kondisi ini juga membawa dampak ekonomi serius bagi para nelayan, yang kini memasuki masa paceklik karena tidak ada penghasilan.
Untuk menyambung hidup, sebagian nelayan terpaksa menggunakan tabungan mereka. Sementara yang lain memilih berutang kepada majikan, dengan harapan dapat melunasi setelah kondisi laut kembali stabil dan mereka bisa kembali melaut.
Menyikapi kesulitan ini, Herintiano berharap Koperasi Desa Merah Putih dapat segera terealisasi di wilayahnya. Ia meyakini koperasi tersebut akan menjadi penopang ketahanan ekonomi masyarakat Desa Citemu.
Koperasi ini dirancang sebagai wadah pemberdayaan bagi nelayan, petani, dan masyarakat desa secara umum. “Tujuan dibangunnya Koperasi Desa Merah Putih adalah untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan, petani, dan masyarakat desa. Jadi kami sangat berharap koperasi tersebut segera terealisasi,” pungkas Herintiano.
