PT Bank NTB Syariah menegaskan komitmennya untuk kembali pada landasan perjuangan awal sebagai penggerak ekonomi Nusa Tenggara Barat. Sepanjang tahun 2026, bank daerah syariah ini akan memperkuat fokus pada pembiayaan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta kredit usaha rakyat (KUR).
Direktur Utama Bank NTB Syariah, Nazaruddin, menyatakan bahwa langkah strategis ini merupakan bagian dari transformasi berkelanjutan perseroan. Ia menekankan bahwa penguatan pembiayaan UMKM dan KUR adalah mandat strategis yang selaras dengan fungsi bank sebagai agen pembangunan daerah, bukan semata mengejar pertumbuhan bisnis. “Kami ingin memastikan bahwa energi bank dialokasikan secara maksimal ke sektor-sektor produktif. Fokus pada UMKM bukan hanya dari sisi bisnis, tetapi merupakan mandat untuk menyejahterakan masyarakat NTB secara inklusif,” kata Nazaruddin di Mataram, Senin (02/02/2026).
Bank NTB Syariah menargetkan pertumbuhan signifikan dalam penyaluran KUR pada tahun 2026. Target ini bertujuan untuk mendorong pemulihan ekonomi pascapandemi serta mempercepat pertumbuhan sektor riil, khususnya di bidang perdagangan, pertanian, perikanan, dan industri kreatif di NTB.
Selain ekspansi pembiayaan, perseroan juga berupaya memperkuat struktur pendanaan melalui peningkatan komposisi dana murah atau current account saving account (CASA) yang berasal dari tabungan dan giro masyarakat. Nazaruddin menjelaskan, penguatan CASA menjadi langkah penting untuk meningkatkan efisiensi biaya dana. “Dengan struktur pendanaan yang lebih sehat, kami bisa memberikan pembiayaan yang lebih terjangkau dan berkelanjutan bagi pelaku usaha kecil,” ujarnya.
Dalam upaya memperluas akses layanan keuangan syariah, terutama bagi UMKM di wilayah pedesaan dan pelosok NTB, Bank NTB Syariah juga mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital. Digitalisasi ini akan dipadukan dengan pendekatan pelayanan yang humanis agar tetap sesuai dengan karakteristik masyarakat lokal. Perseroan menegaskan komitmennya untuk menjaga arah bisnis yang sehat, transparan, dan berkelanjutan melalui tata kelola yang baik serta manajemen risiko yang terukur. Dengan kembali ke “khittah” sebagai bank pembangunan daerah berbasis syariah, Bank NTB Syariah optimistis mampu menjadi motor penggerak ekonomi Nusa Tenggara Barat sekaligus mitra strategis bagi UMKM dalam menghadapi tantangan ekonomi sepanjang 2026.
