Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palu menyerukan kepada seluruh umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah serta memperbanyak amalan sunnah menjelang datangnya bulan suci Ramadhan. Seruan ini disampaikan sebagai persiapan spiritual dan mental menyambut bulan penuh berkah.
Persiapan Lahir Batin Jelang Ramadhan
Ketua MUI Palu, Zainal Abidin, menegaskan pentingnya persiapan diri sejak bulan Syaban. “Umat Islam hendaknya mempersiapkan diri sejak bulan Syaban, agar ketika Ramadhan tiba, kita sudah siap lahir dan batin,” kata Zainal Abidin di Palu, Minggu (1/2/2026).
Menurut Zainal, bulan Syaban memiliki posisi krusial sebagai jembatan spiritual menuju Ramadhan, bulan yang didedikasikan untuk ibadah dan pembinaan akhlak. Ia menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW telah memberikan teladan dalam menyambut Ramadhan, salah satunya dengan memperbanyak ibadah pada bulan Syaban.
Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW disebutkan memperbanyak puasa sunnah di bulan ini. Zainal Abidin menambahkan, hadis tersebut menjadi landasan kuat bagi umat Islam untuk meningkatkan amalan sebagai bentuk persiapan menyambut Ramadhan. Jumhur ulama juga sepakat bahwa Syaban merupakan bulan latihan sebelum memasuki Ramadhan.
Amalan Personal dan Sosial
“Di bulan ini dianjurkan untuk memperbanyak puasa sunnah, membaca Al-Qur’an, memperbanyak istighfar, serta memperbaiki niat dan kualitas ibadah,” jelas Zainal.
Selain persiapan ibadah personal, Zainal juga menekankan pentingnya persiapan ibadah sosial menjelang Ramadhan. Hal ini meliputi memperkuat silaturahmi, saling memaafkan, serta menjaga lisan dan sikap dalam kehidupan bermasyarakat. Ia mengingatkan bahwa puasa Ramadhan tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menuntut keluhuran akhlak.
“Karena itu, masukilah Ramadhan dengan hati yang bersih, menjauhi permusuhan, dan memperkuat ukhuwah Islamiyah,” pesannya.
MUI Palu berharap, dengan memaksimalkan bulan Syaban sebagai masa persiapan, umat Islam dapat menjalani ibadah puasa Ramadhan dengan lebih khusyuk dan bermakna. Semoga kita dipertemukan dengan bulan Ramadhan tahun ini dalam keadaan iman dan takwa, serta Ramadan membawa keberkahan bagi umat dan daerah kita,” harap Zainal Abidin.
