Buleleng, Bali – Sebanyak 5.200 warga dari berbagai kalangan di Kabupaten Buleleng, Bali, serentak menggelar aksi bersih-bersih di tujuh titik pesisir pantai pada Minggu (1/3/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan terhadap program nasional Indonesia Asri (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra, didampingi Wakil Bupati Gede Supriatna, menyatakan bahwa aksi ini bukan sekadar seremoni. “Masyarakat Buleleng serentak memungut sampah dalam aksi nyata Gerakan Bali Bebas Sampah yang terbagi tujuh titik pantai yakni pantai Kampung Baru, pantai Kubu Jati, pantai Penarukan, pantai Kayu Buntil, pantai Camplung, pantai Pemaron dan pantai Anturan,” ujar Sutjidra di Pantai Kampung Baru, Buleleng.

Ia menegaskan, kegiatan ini adalah deklarasi komitmen bersama seluruh komponen masyarakat untuk menjaga laut dan kehidupan. Dengan garis pantai sepanjang 157 kilometer, Buleleng menghadapi tantangan besar berupa sampah kiriman, terutama saat cuaca ekstrem.

Kolaborasi dan Gotong Royong Hadapi Sampah Kiriman

“Kita mungkin tidak tahu dari mana sampah itu datang. Tapi kita tahu, kebersihan adalah tanggung jawab kita bersama. Inilah wujud gotong royong Buleleng,” kata Sutjidra. Ia menambahkan, gerakan ini akan dilakukan secara berkelanjutan, termasuk kegiatan rutin setiap Jumat oleh jajaran OPD bersama masyarakat di wilayah binaan.

Menurut Sutjidra, Gerakan Bali Bebas Sampah di Buleleng membuktikan bahwa perubahan dapat menjadi kenyataan ketika pemerintah dan masyarakat bergerak bersama. “Gerakan ini harus menjadi budaya. Pantai yang bersih bukan hanya untuk pariwisata, tetapi untuk anak cucu kita. Kita jaga laut, laut menjaga kita,” tegasnya.

Tingkatkan Kepedulian dan Kelestarian Alam

Sementara itu, Ketua Panitia I Gede Putra Aryana menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian dan partisipasi masyarakat serta seluruh elemen pemerintah dalam menjaga kebersihan lingkungan. Fokus utamanya adalah mengurangi timbulan sampah plastik di kawasan pesisir pantai, sekaligus menjaga keindahan dan kelestarian alam pantai sebagai destinasi wisata dan ruang publik di Kabupaten Buleleng.

“Pengumpulan dan pemilahan sampah organik dan anorganik, terutama plastik yang mendominasi kawasan pesisir. Sampah yang terkumpul diangkut oleh Dinas Lingkungan Hidup menuju TPA Bengkala untuk pengelolaan lanjutan,” ungkap Aryana.

Tidak hanya di pesisir, sebanyak 148 desa di seluruh Kabupaten Buleleng juga menggelar aksi serentak di wilayah masing-masing. Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari Forkopimda, DPRD, TNI/Polri, Kejaksaan, Pengadilan, OPD, BUMD, camat, lurah, perbekel, komunitas lingkungan, mahasiswa, pelajar, pelaku usaha pariwisata, hingga masyarakat umum.

Lebih dari sekadar bersih-bersih, aksi ini juga menguatkan komitmen Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS), yaitu memilah dan mengurangi sampah sejak dari rumah dan lingkungan masing-masing.

sumber gambar: ANTARA/HO-Humas Pemkab Buleleng