Video viral bertajuk “Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2” kembali menggemparkan jagat maya pada awal April 2026. Setelah sebelumnya video “Part 1” memicu perdebatan sengit di media sosial pada akhir 2025, kemunculan sekuel ini justru mengungkap modus yang meresahkan. Netizen menyoroti detail tahi lalat sebagai kunci identifikasi, sementara pihak berwenang mulai menyelidiki berbahaya yang disisipkan dalam video tersebut.

Video “Part 2” yang berdurasi lebih panjang menampilkan eskalasi konflik antara dua individu yang diduga ibu tiri dan anak tiri. Namun, di tengah narasi dramatis tersebut, sejumlah pengguna internet menemukan adanya tautan mencurigakan yang muncul di beberapa adegan. Tautan tersebut, yang seringkali berlabel “Resep Dapur Viral” atau “Tutorial Masak Praktis”, ternyata bukan mengarah ke konten kuliner seperti yang dijanjikan.

Modus Jebakan Link Dapur yang Mengancam

Menurut laporan dari Unit Siber Kepolisian Republik Indonesia (Polri), link yang disisipkan dalam video viral tersebut merupakan jebakan phishing atau penyebar malware. “Kami menerima beberapa laporan dari masyarakat yang mengaku kehilangan data pribadi atau akun media sosial mereka setelah mengklik link ‘dapur’ yang muncul di video tersebut,” ujar Kompol Budi Santoso, Kepala Subdirektorat Kejahatan Siber Polda Metro Jaya, dalam konferensi pers pada Senin, 13 April 2026.

Modus operandi ini terbilang canggih. Pelaku memanfaatkan popularitas video viral untuk menarik perhatian korban. Setelah diklik, link tersebut akan mengarahkan pengguna ke situs palsu yang meminta data login atau secara otomatis mengunduh perangkat lunak berbahaya ke perangkat korban. “Ini adalah bentuk penipuan online yang memanfaatkan emosi dan rasa penasaran publik terhadap konten viral,” tambah Kompol Budi.

Misteri Tahi Lalat dan Identifikasi Pemeran

Salah satu aspek yang paling banyak dibicarakan netizen adalah “misteri tahi lalat”. Pengguna media sosial secara teliti membandingkan ciri fisik pemeran dalam “Part 1” dan “Part 2”, khususnya tahi lalat di area tangan salah satu wanita. Konsistensi ciri fisik ini memicu spekulasi bahwa kedua video tersebut memang melibatkan individu yang sama, atau setidaknya, merupakan bagian dari skenario yang terencana.

Meskipun demikian, pihak kepolisian belum mengonfirmasi identitas pasti para pemeran dalam video tersebut. “Fokus utama kami saat ini adalah melacak pelaku di balik penyebaran link berbahaya dan melindungi masyarakat dari potensi kerugian siber,” tegas Kompol Budi. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh konten viral dan selalu memverifikasi keaslian tautan sebelum mengkliknya.

Imbauan Keamanan Digital

Kasus ini menjadi pengingat penting akan bahaya di dunia digital. Para ahli keamanan siber menyarankan agar masyarakat selalu waspada terhadap link yang tidak dikenal, bahkan jika disisipkan dalam konten yang terlihat menarik. “Jangan pernah memasukkan informasi pribadi atau mengunduh file dari sumber yang tidak terpercaya. Selalu periksa URL dan pastikan situs yang Anda kunjungi aman,” kata Dr. Retno Wulandari, pakar keamanan siber dari Universitas Indonesia.

Penyelidikan terkait kasus “Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2” dan jebakan link dapur ini masih terus berlanjut. Pihak berwenang berharap dapat segera mengungkap identitas pelaku dan mencegah lebih banyak korban berjatuhan akibat kejahatan siber yang semakin beragam modusnya.