Harapan Barcelona untuk membalikkan keadaan saat menghadapi Atlético Madrid pada leg kedua perempat final Liga Champions terasa makin berat. Tim berjuluk Blaugrana ini datang ke Riyadh Air Metropolitano dengan beban defisit dua gol setelah tumbang pada pertemuan pertama, Selasa, 14 April 2026.
Artinya, pasukan Hansi Flick wajib mencetak kemenangan dengan selisih lebih dari dua gol untuk menjaga asa di kompetisi paling bergengsi Eropa tersebut.
Secara sejarah, Barcelona memang bukan tim asing dengan kisah comeback dramatis. Salah satu yang paling dikenang ialah saat tim asal Catalan itu membalikkan keadaan melawan Paris Saint-Germain.
Kala itu, setelah kalah 0-4 pada leg pertama, Barca menghajar PSG 6-1 di Camp Nou pada babak 16 besar Liga Champions edisi 2016 silam.
Namun, melansir data dari Bein Sports, ada catatan yang justru menjadi bayang-bayang. Hampir seluruh kebangkitan spektakuler Barcelona terjadi saat bermain di kandang sendiri.
Meski demikian, semangat juang tetap diusung. Pemain muda Barcelona, Lamine Yamal, menegaskan tekad timnya. “Kami akan Berjuang Sampai Akhir,” ujarnya.
Di balik ambisi remontada melawan Atletico Madrid, Barcelona dihantui statistik yang bikin khawatir, terutama saat berlaga di markas lawan.
