Departemen Meteorologi Malaysia (MetMalaysia) memperingatkan bahwa fenomena cuaca panas diperkirakan akan melanda sejumlah wilayah di Malaysia mulai akhir Maret hingga Juni 2026. Kondisi ini dipicu oleh fase akhir Monsun Timur Laut (MTL) yang menyebabkan berkurangnya curah hujan dan atmosfer yang lebih kering.
Wakil Direktur Jenderal (Operasi) MetMalaysia, Ambun Dindang, menjelaskan bahwa berdasarkan proyeksi model cuaca lokal dan internasional, Malaysia akan mengalami pola cuaca yang lebih kering dengan curah hujan di bawah normal.
Gelombang Panas Landa Sejumlah Distrik
Laporan media Malaysia pada Rabu, 25 Maret 2026, menyebutkan tiga distrik di Kedah saat ini mencatat gelombang panas Level 2. MetMalaysia mengumumkan bahwa distrik-distrik yang terdampak Level 2 di Kedah adalah Pokok Sena, Pendang, dan Baling.
Status gelombang panas Level 2 dideklarasikan ketika suhu maksimum berada dalam kisaran 37 hingga 40 derajat Celcius selama setidaknya tiga hari berturut-turut. Sementara itu, 16 wilayah lain di Semenanjung Malaysia berada di Level 1, yang mengacu pada suhu maksimum harian 35 hingga 37 derajat Celcius selama minimal tiga hari berturut-turut.
Wilayah-wilayah yang berada di bawah Level 1 meliputi:
- Kedah: Sik, Padang Terap, Kubang Pasu, Langkawi, Kuala Muda, Kulim, dan Bandar Baharu.
- Perlis: Seluruh wilayah.
- Penang: Wilayah Timur Laut dan Utara.
- Perak: Hulu Perak, Selama, Kinta, dan Kuala Kangsar.
- Pahang: Distrik Jerantut dan Raub.
Ambun Dindang menambahkan, wilayah utara Semenanjung Malaysia, termasuk Kedah, lebih rentan terhadap cuaca panas karena faktor geografis dan pola angin MTL yang membawa kelembapan lebih banyak ke Pantai Timur serta bagian selatan Semenanjung, juga Sabah dan Sarawak. Ia juga menyoroti bahwa berdasarkan model iklim global, Malaysia tidak terkecuali mengalami peningkatan frekuensi hari-hari panas ekstrem, terutama jika dipengaruhi oleh fenomena El Nino.
Pulau Sebatik Alami Kekeringan
Secara terpisah, Komite Penanggulangan Bencana Daerah (JPBD) Kabupaten Tawau pada Kamis, 26 Maret 2026, menyatakan situasi kekeringan di Pulau Sebatik. Ketua Dewan Kota Tawau, Datuk Joseph Pang, yang juga memimpin komite tersebut, mengumumkan deklarasi ini mencakup wilayah pulau di dalam distrik tersebut.
“Dengan ini diumumkan pada pukul 10 pagi hari ini bahwa bencana kekeringan telah terjadi di Pulau Sebatik, Tawau,” ujar Datuk Joseph Pang dalam pernyataannya. Ia menambahkan, keputusan tersebut diambil setelah menilai situasi terkini berdasarkan laporan dan data lapangan yang menunjukkan daerah tersebut mengalami kondisi kekeringan berkepanjangan.
Pulau Sebatik merupakan pulau yang terbagi antara dua negara, dengan bagian utaranya terletak di Malaysia dan bagian selatannya di Indonesia.
Dihubungi secara terpisah, Konsul Jenderal RI Penang, Wanton Saragih, menyatakan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Penang terus memantau perkembangan terkait cuaca panas di wilayah kerjanya. “Kami terus memantau fenomena cuaca panas yang saat ini sedang terjadi di wilayah kerja Penang, Kedah dan Perlis,” kata Konjen Wanton kepada ANTARA.
