Ribuan masyarakat membanjiri Objek Mata Air Cokro (OMAC) Klaten, Jawa Tengah, pada Selasa, 17 Februari 2026, dalam perayaan tradisi Padusan. Kegiatan tahunan ini menjadi rangkaian penyambutan bulan suci Ramadan 1447 H, sekaligus upaya pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata daerah.

Acara yang berlangsung khidmat dan meriah ini turut dihadiri oleh Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Penjabat Sekretaris Daerah Jaka Purwanto, serta Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Klaten Fahrani Eka Wahyu Diana.

Mengusung tema “Refleksi Diri Menyambut Bulan Suci”, perayaan tradisi merti raga Padusan 2026 diawali dengan kirab 17 kendi berisi air. Air tersebut diambil dari 17 umbul atau sumber mata air yang tersebar di seluruh Kabupaten Klaten. Tak hanya itu, warga Desa Cokro, Kecamatan Tulung, juga turut memeriahkan dengan mengarak gunungan apem dan hasil bumi sebagai wujud rasa syukur.

Plt Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disbudporapar) Klaten, Purwanto, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan. Tujuannya adalah untuk memperkuat citra Klaten sebagai destinasi wisata budaya yang unggul. “OMAC memiliki potensi besar dalam pengembangan wisata berbasis alam, budaya, dan religi. Dengan pengemasan event Padusan, destinasi ini menjadi pusat edukasi budaya dan spiritual sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui UMKM lokal,” kata Purwanto.

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menyampaikan apresiasi atas antusiasme pengunjung yang membludak. Mereka datang dari berbagai daerah sekitar, seperti Sukoharjo, Sragen, dan Karanganyar. Menurut Bupati, Gebyar Padusan 2026 ini menunjukkan peningkatan kunjungan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Hamenang berharap, “Dengan tradisi Padusan menjelang bulan puasa ini, harapan kita bisa menyucikan diri secara fisik dan batin. Sehingga, saat memasuki Ramadan, kita lebih bersih dan bisa lebih khusyuk beribadah demi meraih rida Allah SWT.” Ia menambahkan bahwa Padusan di OMAC kini telah bertransformasi menjadi perpaduan harmonis antara kegiatan keagamaan, kebudayaan, dan daya tarik pariwisata yang mampu menarik minat wisatawan luar daerah.

Penyelenggaraan Padusan di OMAC secara resmi dibuka dengan pemukulan bedug oleh Bupati Hamenang. Prosesi dilanjutkan dengan penyiraman air suci kepada Mas dan Mbak Duta Wisata Klaten sebagai simbol pembersihan diri. Sebagai penutup acara, gunungan apem dan hasil bumi yang telah dikirab kemudian disebar kepada para pengunjung. Tradisi rebutan gunungan ini menjadi momen yang paling dinantikan masyarakat sebagai simbol keberkahan menjelang bulan suci Ramadan.