Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengalokasikan anggaran sebesar Rp600 juta untuk insentif marbot atau pengurus rumah ibadah dan guru Taman Pendidikan Al Quran (TPQ). Dana ini akan disalurkan kepada sekitar 1.200 penerima sebelum perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah.
Kepala Bagian Kesejahteraan Setda Kota Mataram, Amir Wisuda, menyatakan bahwa setiap marbot dan guru TPQ akan menerima insentif sebesar Rp500.000. Jumlah tersebut merupakan akumulasi untuk dua bulan, yakni Januari dan Februari 2026, dengan besaran Rp250.000 per bulan.
“Insya Allah sebelum Idul Fitri 1447 Hijriah sekitar 1.200 pengurus rumah ibadah dan guru ngaji TPQ sudah mendapatkan insentif,” kata Amir Wisuda di Mataram pada Selasa (24/2/2026).
Untuk mempercepat proses pencairan, para marbot dan guru TPQ telah diminta untuk menandatangani dokumen surat pertanggungjawaban (SPJ) mulai hari ini. Langkah ini diambil guna mengatasi kendala teknis di lapangan, seperti perubahan nomor telepon penerima yang kerap menyulitkan komunikasi.
“Setelah cair, anggaran akan kami transfer langsung ke rekening bank masing-masing,” tambah Amir Wisuda.
Amir menjelaskan, 1.200 penerima insentif ini tersebar di enam kecamatan se-Kota Mataram, meliputi pengurus berbagai rumah ibadah seperti masjid, pura, gereja, vihara, serta guru TPQ.
Meskipun satu rumah ibadah, seperti masjid, mungkin memiliki 2-3 marbot, Pemerintah Kota Mataram dengan keterbatasan anggaran hanya memberikan insentif untuk satu orang per rumah ibadah. “Tapi yang kami berikan tetap satu orang, pembagian agar merata dilakukan di internal masjid. Begitu juga untuk pengurus rumah ibadah lainnya,” jelas Amir.
Sementara itu, untuk insentif guru TPQ, memungkinkan lebih dari satu orang penerima di satu TPQ, disesuaikan dengan jumlah siswa yang diajar. Namun, mereka juga memiliki kebijakan internal untuk membagi rata insentif tersebut atau menyesuaikannya dengan beban tugas masing-masing guru.
“Akan tetapi, mereka juga punya kebijakan yang sama untuk membagi rata insentif dengan guru-guru lainnya atau bisa jadi besaran diberikan sesuai dengan beban tugas masing-masing,” pungkas Amir.
Pemerintah Kota Mataram berharap insentif ini dapat meningkatkan kesejahteraan para marbot dan guru TPQ, memotivasi mereka untuk terus mengabdi, mencetak generasi Qurani, serta meringankan beban biaya hidup.
