Menteri Pertahanan Italia, Guido Crosetto, telah memberikan izin untuk menarik kontingen tentara Italia yang tergabung dalam Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL). Keputusan ini diambil di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, khususnya konflik antara Israel dan Hizbullah di Lebanon.

“Situasinya sangat kompleks, dan jika kita menganggap kehadiran militer kita dan kehadiran PBB tidak berguna… kita sudah memiliki sarana, baik angkatan laut maupun udara, untuk memulangkan tentara kita ke Italia,” ujar Crosetto dalam wawancara dengan radio RTL 102.5 pada Kamis, 27 Maret 2026.

Crosetto menjelaskan bahwa keputusan akhir mengenai penarikan pasukan akan diambil bersama dengan negara-negara lain yang juga berkontribusi pada misi UNIFIL. Meskipun belum ada serangan langsung terhadap pangkalan pasukan penjaga perdamaian Italia di Lebanon, pangkalan tersebut dilaporkan mengalami kerusakan akibat puing-puing dari bentrokan di sekitar wilayah tersebut.

Eskalasi konflik di kawasan ini juga telah mendorong negara-negara lain untuk mengevakuasi personel militernya. Kementerian Pertahanan Kroasia mengumumkan bahwa delapan tentara Kroasia telah berhasil dievakuasi dari misi NATO di Irak dan Lebanon.

“Tujuh tentara Kroasia yang berpartisipasi dalam misi NATO di Irak telah dievakuasi dengan selamat hari ini, kami berhasil menyelesaikan evakuasi tentara Kroasia dari misi di Lebanon minggu lalu dan sekarang dari Irak. Kami berterima kasih kepada sekutu kami atas bantuan mereka dalam evakuasi delapan tentara Kroasia,” kata kementerian tersebut.

Senada dengan itu, Spanyol juga telah mengevakuasi 100 tentaranya dari Irak. Namun, Menteri Pertahanan Spanyol Margarita Robles menyatakan bahwa sekitar 200 tentara Spanyol masih tetap berada di negara tersebut.