Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengumumkan bahwa cadangan beras nasional saat ini telah mencapai 5,3 juta ton. Seluruh jutaan ton beras tersebut tersimpan aman di gudang Perum Bulog, menandakan kondisi pangan Indonesia yang kuat dan mandiri.

Pernyataan tersebut disampaikan Mensesneg Prasetyo saat mendampingi kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto di Desa Tuwiri Wetan, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, pada Sabtu (16/5/2026). Kunjungan ini sekaligus menandai dimulainya panen raya di Tuban, sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga ketahanan dan kemandirian pangan nasional.

Prasetyo menjelaskan, pemerintah tidak hanya berfokus pada mempertahankan capaian swasembada beras yang berhasil diraih pada tahun 2025, tetapi juga memperkuat produksi jagung dan komoditas pangan strategis lainnya. “Ini salah satu upaya kita, kerja keras kita untuk memastikan pangan kita kuat, pangan kita mandiri setelah kita berhasil mencapai swasembada beras di tahun 2025 yang lalu atas kerja keras Pak Mentan beserta dengan seluruh jajaran. Kita sekarang mengejar untuk juga swasembada di bidang jagung dan seluruh komoditas pangan lainnya,” ujar Menteri Pras.

Mensesneg juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh petani di Indonesia atas kontribusi vital mereka dalam menjaga ketersediaan pangan nasional. Menurutnya, keberhasilan swasembada pangan merupakan buah kerja sama antara pemerintah dan para petani di seluruh daerah. “Tentunya kita menyampaikan apresiasi dan terima kasih, tidak hanya kepada Menteri Pertanian tetapi kepada seluruh petani di seluruh Indonesia karena kerja keras para petani kita dapat mencapai swasembada pangan,” imbuh Menteri Pras.

Lebih lanjut, Prasetyo menyoroti capaian strategis lain di sektor pangan nasional, yaitu peningkatan cadangan beras pemerintah yang kini mencapai 5,3 juta ton di gudang Bulog. Jumlah ini disebutnya sebagai pencapaian bersejarah yang menegaskan kondisi pangan nasional yang aman dan terkendali. “Cadangan beras pemerintah di gudang Bulog sejumlah 5,3 juta ton. sekali lagi kita ingin memastikan bahwa pangan kita aman, terkendali, harga juga terjangkau bahkan bisa memberi bantuan kepada saudara-saudara kita di negara lain,” ungkapnya.

Dukungan Sektor Pertanian dan Ekspor Pupuk

Pada kesempatan yang sama, Menteri Pertanian Amran Sulaiman turut menjelaskan upaya pemerintah dalam memperkuat dukungan terhadap sektor pertanian, termasuk memastikan ketersediaan pupuk bagi petani. Amran menegaskan bahwa stok pupuk nasional saat ini lebih dari cukup, bahkan Indonesia telah memulai ekspor pupuk ke sejumlah negara.

“Pupuk kita lebih dari cukup bahkan kemarin kami ekspor ke Australia, berikutnya Filipina, Brasil, India, bahkan kemarin juga Menteri Pertanian Australia langsung mengucapkan terima kasih 4 kali. Ini kehebatan Bapak Presiden Republik Indonesia gagasan besar beliau kita laksanakan dengan baik,” ujar Menteri Amran.

Selain keberhasilan swasembada beras, Menteri Amran juga menyebut bahwa Indonesia kini telah mencapai swasembada jagung untuk kebutuhan pakan. Ia menambahkan, harga pupuk dalam negeri juga mengalami penurunan hingga 20 persen, sebuah langkah yang diharapkan dapat semakin meningkatkan produktivitas petani nasional. “Swasembada beras sudah, kemudian kita ekspor pupuk, harga pupuk dalam negeri turun 20 persen. Kemudian kita sudah swasembada jagung untuk pakan. Berikutnya industri seperti disampaikan tadi Pak Mensesneg,” pungkas Amran.