Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan menegaskan bahwa Israel kini menjadi “ancaman langsung terhadap keamanan global”. Pernyataan tersebut disampaikan Fidan saat berbicara di Universitas Oxford, Inggris, pada Jumat (24/4).
Menurut Fidan, konflik yang bermula dari serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran telah memberikan “pukulan berat bagi kemakmuran, keamanan dan stabilitas global”. Ia menyoroti bahwa dampak dari konflik tersebut telah melampaui batas-batas regional.
Israel Disebut Ancaman Sistemik
Dalam pidatonya, Fidan secara lugas menyatakan, “Ancaman sistemik Israel untuk mendestabilisasi kawasan telah melampaui batas-batas lokal dan kini merupakan ancaman langsung terhadap keamanan global.” Oleh karena itu, ia menyerukan respons kolektif dari komunitas internasional.
Fidan menekankan bahwa “perbedaan antara krisis regional dan global benar-benar telah hilang”, mengindikasikan bahwa masalah di satu wilayah dapat dengan cepat memengaruhi stabilitas dunia secara keseluruhan. Ia juga menggarisbawahi pentingnya peran kekuatan menengah, yang didefinisikannya sebagai negara-negara dengan posisi “geografi strategis”, jangkauan diplomatik, dan kemauan politik untuk membangun solusi.
Ia memperingatkan bahwa perselisihan yang belum terselesaikan harus dipandang sebagai sumber struktural ketidakstabilan dan “bom waktu yang siap meledak”. Untuk itu, Fidan menyerukan solusi jangka panjang guna merespons ketegangan regional yang terus meningkat.
Reformasi Kelembagaan Global Mendesak
Lebih lanjut, Fidan mendesak adanya reformasi kelembagaan global serta pembentukan tatanan regional di Timur Tengah yang didasarkan pada kerja sama, bukan “dominasi atau penyerahan diri”. Ia berpendapat bahwa perubahan geopolitik saat ini tidak lagi dapat dikelola melalui asumsi lama atau pendekatan “autopilot”, karena era tersebut telah berakhir.
Menurutnya, pertanyaan krusial saat ini bukan lagi apakah tatanan lama sudah usang, melainkan siapa yang akan membentuk tatanan yang muncul dan dalam kondisi seperti apa. Meskipun demikian, Fidan menyatakan keyakinannya bahwa masa depan yang damai dan sejahtera masih dapat dicapai.
