Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono mengumumkan adanya sinyal positif dalam proses dialog dan negosiasi terkait perlintasan kapal-kapal Indonesia di Selat Hormuz. Pernyataan ini disampaikan Menlu Sugiono di Tokyo, Jepang, pada Senin (30/3/2026), di sela-sela mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kerja.

“Ini masih dibicarakan, masih dinegosiasi,” kata Menlu Sugiono kepada wartawan, menegaskan bahwa upaya diplomatik terus berjalan. Ia menambahkan, meskipun telah ada indikasi kemajuan, implementasi lebih lanjut masih dinantikan.

“Ada sinyal positif, kita lihat nanti eksekusinya seperti apa,” ujar Menlu, mengisyaratkan harapan akan hasil konkret dalam waktu dekat.

Kementerian Luar Negeri RI secara aktif berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait di Iran melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran. Koordinasi ini bertujuan utama untuk memastikan keselamatan kapal dan seluruh awak kapal Indonesia yang berpotensi melintasi wilayah tersebut.

Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Vahd Nabyl A Mulachela, pada Jumat (27/3/2026), telah menyampaikan adanya tanggapan positif dari pihak Iran. Menyusul respons tersebut, langkah-langkah tindak lanjut pada aspek teknis dan operasional telah dijalankan oleh pihak-pihak terkait. Namun, Nabyl belum dapat memberikan kepastian waktu kapan kapal tanker yang dimaksud bisa keluar dari Selat Hormuz.

Sementara itu, PT Pertamina International Shipping (PIS) juga tengah mempersiapkan segala aspek teknis dan administratif yang diperlukan. Persiapan ini mencakup dua kapal, yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro, agar dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman dan lancar.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menekankan prioritas utama perusahaan. “Prioritas kami tetap pada keselamatan seluruh awak kapal, serta keamanan kapal dan muatannya. Kami memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia agar proses ini dapat berjalan dengan baik,” ujar Baron, menggarisbawahi pentingnya dukungan publik dalam situasi ini.