Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengalokasikan anggaran sebesar Rp371,2 juta untuk program sambungan air bersih gratis. Program ini menargetkan 208 Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di wilayah tersebut pada tahun 2026.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram, Lale Widiahning, menjelaskan bahwa setiap MBR akan mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp1.785.000. “Untuk program sambungan gratis air bersih, satu MBR dialokasikan anggaran Rp1.785.000, sehingga total anggaran yang kami siapkan Rp371.280.000,” ujar Lale di Mataram pada Kamis, 30 April 2026.

Lale menambahkan, pelaksanaan program ini merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Kota Mataram dengan PTAM Giri Menang. Saat ini, proses masih dalam tahap survei lokasi calon penerima. Pihaknya berharap program sambungan air bersih gratis ini dapat dimulai pada bulan Juni mendatang. “Semoga bulan Juni, program sambungan gratis air bersih bagi 208 MBR bisa mulai terlaksana,” katanya.

Berdasarkan data Dinas PUPR Kota Mataram tahun 2025, cakupan air bersih yang menggunakan jaringan dari PTAM Giri Menang di Mataram telah mencapai sekitar 78 persen. Sementara itu, sebagian masyarakat lainnya masih mengandalkan sumber air non-PTAM, seperti sumur dan sumur bor.

Meskipun pemerintah kota menyediakan fasilitas pemasangan sambungan gratis, Lale menegaskan bahwa pihaknya tidak dapat memaksa masyarakat untuk menggunakan layanan air bersih dari PTAM. Hal ini karena pertimbangan kemampuan masyarakat dalam membayar tagihan bulanan. “Kami tidak bisa paksakan, dan sia-sia kalau kami sudah pasang tapi akhirnya dicabut PTAM kembali karena tidak mampu bayar tagihan,” jelas Lale.

Oleh karena itu, sasaran penerima bantuan sambungan gratis air bersih diprioritaskan bagi MBR yang dipastikan mampu membayar tagihan bulanan. “Sebelum dilakukan sambungan gratis air bersih, MBR juga dipastikan bisa membayar tagihan setiap bulan yang besarannya sesuai dengan penggunaan masing-masing,” pungkasnya.