Menjelang waktu berbuka puasa selama bulan suci Ramadan, masyarakat di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memiliki tradisi unik yang dikenal sebagai “ngabuburit”. Aktivitas ini dimanfaatkan untuk menikmati suasana sore, berburu takjil, dan berkumpul bersama keluarga di berbagai lokasi strategis. Ngabuburit di NTB bukan sekadar menunggu azan magrib, melainkan telah menjadi bagian penting dari interaksi sosial dan penggerak ekonomi lokal.

Destinasi Ngabuburit di Pulau Lombok

Di Pulau Lombok, beragam lokasi menarik menjadi magnet bagi warga dan wisatawan untuk ngabuburit:

  • Kota Mataram: Ruas Jalan Majapahit di depan Taman Budaya NTB ramai dipenuhi pedagang takjil, menawarkan aneka makanan ringan dan minuman untuk berbuka puasa. Selain itu, Pantai Ampenan menjadi titik favorit untuk menikmati pemandangan matahari terbenam dalam suasana pantai yang sejuk dan penuh aktivitas komunitas.
  • Lombok Barat: Pasar Narmada dikenal sebagai lokasi berburu takjil yang lengkap, menyajikan jajanan tradisional hingga minuman segar, cocok untuk ngabuburit santai sambil menelusuri pasar tradisional.
  • Lombok Tengah: Alun-Alun Tastura menjadi tempat berkumpulnya warga yang tidak hanya berburu takjil, tetapi juga saling berbincang dan menikmati udara sore sebelum magrib.
  • Lombok Timur: Tugu Selong menawarkan suasana jalanan yang dipenuhi pedagang takjil dan jajanan khas lokal yang ramai saat sore hari.
  • Lombok Utara: Lapangan Tanjung menjadi pilihan ngabuburit yang menarik dengan sajian kuliner lokal seperti sate ikan.

Ngabuburit Religius dan Pusat Komunitas

Selain tempat berburu takjil dan menikmati pemandangan sore, wisata religi juga menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi ngabuburit di Lombok. Masjid Raya Hubbul Wathan Islamic Center di Kota Mataram kerap menjadi pusat kegiatan Ramadan, seperti bazar UMKM, pembagian takjil, dan berbagai kegiatan komunitas yang meriah menjelang berbuka.

Masjid-masjid unik seperti Masjid Kuno Bayan Beleq di Desa Bayan, Masjid Ridwan di Sesaot, dan Masjid Agung Nurul Huda di Sumbawa Besar juga menjadi tujuan warga untuk ngabuburit religius. Di lokasi-lokasi ini, masyarakat dapat menunaikan ibadah sambil menikmati warisan budaya Islam setempat.

Semarak Ngabuburit di Pulau Sumbawa

Suasana ngabuburit di Pulau Sumbawa tak kalah semarak:

  • Sumbawa Barat: Alun-Alun Kota Taliwang setiap sore dipenuhi tenda-tenda pedagang takjil yang menawarkan aneka jajanan dan minuman untuk berbuka puasa.
  • Kota Bima: Beberapa lokasi seperti Pasar Ramadan, Pasar Senggol, area seputar Lapangan Serasuba, kawasan Masjid Agung Al Muwahiddin, serta Jalan Anggrek di Kelurahan Na’e menjadi titik utama warga ngabuburit. Mereka berburu takjil khas lokal menjelang magrib.

Aktivitas ngabuburit ini menjadi ruang sosial yang hidup, sekaligus memberikan peluang ekonomi bagi pelaku usaha mikro setempat. Tradisi ngabuburit di NTB menunjukkan bagaimana masyarakat merayakan senja Ramadan dengan cara yang sangat lokal dan kreatif, mulai dari pantai, alun-alun, jalanan pasar, hingga ruang-ruang religius. Semua menjadi bagian dari kehidupan sosial yang hangat dan penuh warna.

Aktivitas ini melampaui sekadar menunggu buka puasa; ia menjadi ritual sosial yang memperkuat kebersamaan, menggerakkan ekonomi kecil, dan menciptakan pengalaman budaya yang beragam di setiap kabupaten/kota di provinsi ini.