Film Danur: The Last Chapter menandai babak pamungkas dari perjalanan panjang Risa bersama teman-teman hantu kecilnya, Peter Cees. Sebagai penutup waralaba horor yang telah dikenal luas, ekspektasi besar tentu membayangi karya besutan Awi Suryadi ini.

Film ini dengan apik menyuguhkan kisah perpisahan Risa dan para sahabat tak kasat matanya. Penonton yang belum mengikuti seri Danur sejak awal pun tidak perlu khawatir, sebab film ini menyelipkan latar belakang hubungan Risa dengan Peter Cees dari permulaan. Hal ini memastikan esensi persahabatan mereka tetap terasa kuat dan mudah dipahami.

Namun, upaya penulis naskah untuk merangkum banyak hal dalam satu film penutup terasa sedikit mengganggu kenyamanan penonton. Alur cerita yang padat dan perpindahan intens antara masa kini dan masa lalu terkadang menciptakan kesan yang melelahkan.

Selain itu, konflik yang melibatkan karakter Riri dalam film ini terasa kurang seimbang. Persoalan Riri seringkali didominasi oleh upaya Peter Cees untuk membuka ruang dialog dengan Risa, sehingga inti konflik Riri menjadi kurang menonjol.

Meskipun demikian, akting Prilly Latuconsina dalam Danur: The Last Chapter patut diacungi jempol. Ia berhasil membawakan karakter Risa dewasa dengan sangat pas, memberikan kedalaman emosi yang dibutuhkan untuk sebuah perpisahan.

Secara keseluruhan, Danur: The Last Chapter menawarkan penutup yang emosional bagi para penggemar setia, meskipun dengan beberapa catatan pada struktur narasi.