PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) berhasil mempercepat penormalan jaringan listrik di Dusun Mecanggah, Desa Pelangan, Kabupaten Lombok Barat. Pemulihan ini dilakukan setelah wilayah selatan Lombok dilanda cuaca ekstrem dan banjir bandang pada 21 Januari 2025, yang mengakibatkan terhanyutnya sebuah tiang listrik.
Banjir bandang akibat curah hujan tinggi menyebabkan tiang listrik terbawa arus sungai yang meluap. Kondisi ini menjadi tantangan berat bagi tim teknis PLN, mengingat jalur distribusi listrik yang terdampak melintasi sungai dengan bentangan mencapai 200 meter. Lebar sungai tersebut jauh melebihi kondisi normal yang hanya sekitar 40 meter, menyulitkan proses penarikan kabel di tengah arus yang masih deras.
Akibat kerusakan ini, aliran listrik dari gardu yang menyuplai wilayah Dusun Mecanggah, Dusun Pengendan, dan sekitarnya sempat terhenti total. Petugas PLN harus berjibaku di medan ekstrem, menembus arus sungai yang melebar dan tidak stabil, demi memastikan proses penormalan dapat dilakukan secepat mungkin.
General Manager PLN UIW NTB, Sri Heny Purwanti, turun langsung ke lokasi hanyutnya tiang di Dusun Mecanggah untuk memimpin koordinasi perbaikan. Ia menyoroti beratnya medan yang dihadapi timnya.
“Kondisi di lapangan sangat menantang. Sungai yang sebelumnya hanya sekitar 40 meter kini melebar hingga 200 meter, dengan arus yang masih cukup kuat pascabanjir. Namun komitmen kami jelas, listrik harus segera kembali menyala untuk masyarakat Dusun Mecanggah dan sekitarnya,” kata Sri Heny.
Sri Heny menegaskan komitmen PLN untuk selalu hadir di tengah masyarakat, terutama dalam situasi darurat. Pihaknya telah mengerahkan personel teknis dan armada pendukung untuk mempercepat proses penormalan, dengan tetap mengedepankan keselamatan kerja.
“Kehadiran saya di sini untuk memastikan seluruh personel bekerja sesuai standar keselamatan, mengingat medan yang sangat menantang. Kami pastikan Gardu ST 81 dapat kembali beroperasi secara normal setelah seluruh pengerjaan teknis selesai,” tambahnya.
Saat ini, personel PLN masih bersiaga di lokasi guna mempercepat proses penarikan kabel melintasi sungai. PLN juga mengimbau masyarakat Dusun Mecanggah dan Dusun Pengendan untuk mengutamakan keselamatan dalam penggunaan listrik pascabanjir.
“Kami mengajak masyarakat memastikan instalasi listrik di dalam rumah benar-benar kering sebelum dinyalakan kembali. Gunakan listrik secara aman dan segera laporkan melalui aplikasi PLN Mobile apabila ditemukan potensi bahaya di lingkungan sekitar,” pungkas Sri Heny.
