Momen Ramadan 1447 Hijriah dimanfaatkan oleh NU Care-Lazisnu untuk menguatkan solidaritas kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak bencana. Melalui program bertajuk “Solidaritas Ramadhan”, lembaga filantropi Nahdlatul Ulama ini menyalurkan berbagai bantuan di sembilan kabupaten yang tersebar di wilayah Jawa dan Sumatra.

Penyaluran bantuan kemanusiaan ini berlangsung sejak 5 hingga 13 Maret 2026. Sembilan kabupaten yang menjadi fokus penyaluran meliputi Aceh Tamiang, Aceh Singkil, Bener Meriah, Aceh Utara, dan Bireuen di Provinsi Aceh; Tapanuli Selatan di Sumatra Utara; Pasaman Barat di Sumatra Barat; serta Kabupaten Tegal di Jawa Tengah.

Di beberapa lokasi, kegiatan penyaluran bantuan juga dirangkai dengan acara berbuka puasa bersama dan peringatan Nuzulul Qur’an. Acara ini ditujukan bagi masyarakat yang masih berjuang untuk bangkit dari dampak bencana banjir, tanah longsor, maupun tanah bergerak yang melanda wilayah mereka.

Bantuan Logistik hingga Perlengkapan Ibadah

Direktur Eksekutif NU Care-Lazisnu PBNU, Riri Khariroh, menjelaskan bahwa program Solidaritas Ramadhan tidak hanya fokus pada penyaluran bantuan logistik seperti sembako. Namun, juga mencakup berbagai kebutuhan penting lainnya, khususnya di bulan suci Ramadan.

“Perlengkapan ibadah yang disalurkan seperti mukena, sarung, dan Al-Qur’an. Bantuan ini diberikan agar masyarakat tetap dapat menjalankan ibadah Ramadhan dengan lebih nyaman, termasuk saat melaksanakan salat tarawih,” ujar Riri saat mengawal penyaluran bantuan di Aceh Tamiang.

Selain paket sembako dan perlengkapan ibadah, NU Care-Lazisnu juga menyalurkan perlengkapan sekolah bagi anak-anak, seperti tas, buku tulis, alat tulis, dan buku gambar. Santunan tunai turut diberikan kepada anak yatim piatu serta kaum duafa.

Dukungan Psikososial dan Fasilitas Darurat

Untuk memperkuat nilai religius, NU Care-Lazisnu memberangkatkan para dai yang bertugas di sejumlah musala dan masjid darurat. Tak hanya itu, relawan NU Peduli juga mengadakan kegiatan psikososial atau trauma healing bagi warga di titik bencana, guna mendukung pemulihan kondisi psikologis para penyintas.

Riri mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi masyarakat terdampak bencana. Meskipun banjir bandang, tanah longsor, dan tanah bergerak telah terjadi beberapa bulan lalu, banyak warga yang hingga kini masih tinggal di tenda pengungsian atau rumah dengan kondisi seadanya.

“Kondisi itu membuat kami merasa sangat prihatin. Karena itu, NU Peduli melalui NU Care-Lazisnu dan lembaga-lembaga NU serta badan otonom atay banom NU hadir untuk memastikan masyarakat tetap mendapat dukungan, terutama di bulan Ramadan,” tukasnya.

NU Peduli juga turut membantu pembangunan sejumlah fasilitas darurat bagi masyarakat, seperti masjid darurat, musala, madrasah, serta sarana mandi, cuci, kakus (MCK). Bantuan air bersih juga menjadi salah satu fokus utama program ini.

Distribusi Air Bersih dan Sinergi Kemitraan

Direktur Program NU Care-Lazisnu, Syarifuddin, menyatakan pihaknya menyalurkan 15 truk armada air bersih untuk lima desa di Kabupaten Bireuen, Aceh. Titik distribusi utama berada di Desa Pante Lhong, Kecamatan Peusangan, Bireuen.

“Kami hadir di Pante Lhong untuk memastikan amanah dari para donatur sampai ke tangan yang tepat. Bantuan ini merupakan program kerja sama NU Care-Lazisnu dan Shopee Barokah,” ujar Syarifuddin saat memantau proses distribusi air bersih di Kabupaten Bireuen.

Menurut Syarifuddin, penyaluran air bersih dipilih setelah dilakukan asesmen kebutuhan mendesak di lapangan, mengingat banyak warga kesulitan memperoleh akses air layak konsumsi. Ia berharap sinergi dengan berbagai pihak dapat terus diperluas agar jangkauan bantuan kemanusiaan semakin luas.

“Solidaritas Ramadhan ini tidak hanya menjadi kegiatan berbagi, juga upaya mengetuk hati masyarakat luas agar semakin peduli terhadap saudara-saudara kita yang sedang mengalami kesulitan akibat bencana,” pungkasnya.

Apresiasi dari Masyarakat Terdampak

Berbagai penyaluran bantuan ini disambut dengan kebahagiaan oleh warga. Kepala Desa Pante Lhong di Kabupaten Bireuen, Murjal, yang mendampingi langsung proses distribusi, menyampaikan bahwa bantuan air bersih sangat melegakan bagi warganya yang selama ini terdampak kekeringan atau kesulitan akses air.

“Kami sangat berterima kasih kepada NU Care-Lazisnu. Bantuan 15 truk air untuk 5 desa ini, termasuk desa kami Pante Lhong, sangat berarti. Ini adalah bukti nyata bahwa NU hadir memberikan solusi bagi persoalan mendasar di desa,” ungkap Murjal.

Senada dengan Murjal, Sekretaris Nagari (Desa) Sinuruik, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatra Barat, Dasril B, menuturkan bahwa kehadiran NU Care-Lazisnu di tengah masyarakat yang menghadapi dampak bencana tidak sekadar kegiatan seremonial. Namun, juga memberikan dukungan moral dan psikologis bagi warga yang sedang menghadapi masa sulit.

“Atas nama Pemerintah Nagari Sinuruik, kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada NU Care-Lazisnu PBNU yang telah menempuh perjalanan jauh untuk hadir di wilayah kami. Kehadiran Bapak dan Ibu dari NU Care-Lazisnu menjadi oase bagi psikis warga kami, membuktikan bahwa kami tidak sendirian menghadapi ujian ini,” ujar Dasril.

Sementara itu, Camat Jatinegara Tegal, Jawa Tengah, H Mohamad Sugeng, menyampaikan bahwa terdapat 150 kepala keluarga atau sekitar 470 jiwa yang terdampak bencana tanah bergerak di Desa Padasari. Oleh karena itu, kehadiran NU Care-Lazisnu sangat membantu warga di sana.