Tingginya biaya pakan pabrikan menjadi tantangan utama bagi para pembudidaya ikan lele di pedesaan, kerap menekan margin keuntungan mereka. Menanggapi persoalan ini, akademisi dari Universitas Warmadewa (Unwar) mengambil inisiatif dengan melatih warga Desa Kesiut, Tabanan, untuk memanfaatkan potensi tanaman liar di lingkungan sekitar sebagai formula pakan alternatif yang ekonomis dan ramah lingkungan.

Langkah konkret ini diwujudkan melalui kegiatan pendampingan dan penguatan kapasitas masyarakat yang berlangsung di Desa Kesiut pada Selasa, 26 Mei 2026. Warga yang tergabung dalam Kelompok Merta Sari Werdi mendapatkan pelatihan intensif mengenai teknik meracik pakan lele secara mandiri.

Inovasi Pakan Berbasis Sumber Daya Lokal

Gede Agus Surya Pratama, dosen Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan (MSP) Unwar sekaligus narasumber pelatihan, menegaskan bahwa ketergantungan peternak pada pakan komersial harus segera dikurangi. Menurutnya, kunci keberlanjutan usaha perikanan darat saat ini terletak pada kreativitas dalam mengolah sumber daya lokal.

“Bahan-bahan yang kami gunakan dalam praktik kali ini sangat melimpah dan mudah ditemukan di sekeliling desa, seperti gedebong pisang, daun keladi, daun pepaya, daun gamal, serta dedak halus. Kombinasi bahan-bahan ini mampu menjadi alternatif pakan yang jauh lebih ekonomis bagi masyarakat,” ujar Gede Agus Surya Pratama di sela-sela kegiatan.

Pelatihan ini berjalan interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Warga terlibat aktif mulai dari proses pencacahan bahan baku hijau, pencampuran formula, hingga teknik fermentasi untuk memastikan pakan lokal memiliki kandungan nutrisi optimal bagi pertumbuhan ikan lele.

Gede Agus Surya Pratama menjelaskan, kegiatan praktik ini dirancang bukan sekadar untuk memberikan keterampilan musiman. Tujuan besarnya adalah meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat pembudidaya ikan agar mampu menekan biaya produksi sekecil mungkin, sekaligus mendukung konsep perikanan berkelanjutan berbasis potensi desa.

“Sentuhan inovasi pada pakan lokal menjadi kunci utama agar budidaya lele warga tetap bertahan di tengah ketidakpastian harga pasar. Ketika biaya pakan bisa ditekan, kesejahteraan pembudidaya otomatis akan meningkat,” imbuhnya.

Jejaring Global dan Pembangunan Berkelanjutan

Kegiatan di Desa Kesiut ini merupakan bagian dari program International Community Service yang diusung oleh Universitas Warmadewa. Agenda internasional ini menjadi wujud nyata komitmen Prodi MSP Unwar dalam memperluas jejaring global sekaligus mengimplementasikan ilmu pengetahuan langsung di tengah masyarakat.

Langkah hilirisasi ilmu pengetahuan ini juga diselaraskan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Kontribusi nyata tersebut menyasar pada pilar pendidikan berkualitas melalui transfer ilmu, kemitraan lintas sektor, serta pengelolaan keberlanjutan sumber daya alam secara bertanggung jawab.

Melalui sinergi internasional ini, jalinan kerja sama antara perguruan tinggi, masyarakat, pemerintah daerah, dan mitra internasional diharapkan dapat terus berlanjut. Peta jalan yang konsisten diyakini mampu memperkuat sektor perikanan darat dan membawa dampak kesejahteraan yang masif bagi masyarakat berbasis potensi lokal.

Pada kesempatan tersebut, materi internasional disampaikan oleh Lorren Louis V. Vitalicio dengan topik Animal Husbandry and Fisheries. Paparan ilmiah dari Filipina tersebut secara khusus membahas pengembangan sektor peternakan dan perikanan berbasis keberlanjutan, peningkatan kapasitas masyarakat, serta peluang kolaborasi internasional dalam pengembangan sumber daya perairan.