Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan apresiasinya terhadap sinergi sekolah swasta dalam menghadirkan layanan pendidikan bermutu. Hal ini, menurutnya, krusial untuk memperkuat ekosistem pendidikan nasional di tengah beragam tantangan.
Mendikdasmen Soroti Realitas Pendidikan
Dalam pernyataannya di Jakarta pada Minggu (24/5/2026), Mendikdasmen Mu’ti menyoroti realitas pendidikan di Indonesia yang sangat beragam. Ia menyebutkan, “Realitas pendidikan di Indonesia ini memang ada sekolah yang megah, ada sekolah yang muridnya banyak, tetapi ada juga beberapa sekolah yang pendaftarnya satu.”
Kondisi tersebut, lanjut Mu’ti, menunjukkan urgensi untuk membangun sistem pendidikan yang inklusif, saling menguatkan, dan berorientasi pada mutu pembelajaran bagi seluruh peserta didik tanpa terkecuali.
Peran Vital Sekolah Swasta dan Amanat UU Sisdiknas
Mendikdasmen Abdul Mu’ti juga menegaskan posisi strategis sekolah swasta sebagai bagian integral dari sistem pendidikan nasional. Ia menekankan bahwa sekolah swasta dan pemerintah harus terus berjalan beriringan guna memperluas akses dan meningkatkan kualitas pendidikan di seluruh pelosok negeri.
Semangat kolaborasi antar-penyelenggara pendidikan ini, kata Mu’ti, sejalan dengan amanat Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) yang menjamin hak setiap warga negara untuk memperoleh pendidikan bermutu. “Apakah sekolah itu sekolah elite atau sekolah yang sederhana, semuanya haruslah sekolah yang bermutu dan sekolah yang memiliki kualitas,” tegasnya.
Apresiasi untuk Bakti Mulya 400 Depok
Apresiasi khusus diberikan Mendikdasmen kepada Sekolah Bakti Mulya 400 Depok, yang peresmian pembukaannya ia hadiri di Kota Depok, Jawa Barat, pada Sabtu (23/5/2026). Mu’ti memuji pendekatan pendidikan yang dikembangkan sekolah tersebut karena tidak hanya fokus pada kompetensi akademik, tetapi juga memperkuat nilai dan kepribadian Indonesia.
“Kami berterima kasih kepada Bakti Mulya 400 yang telah memberikan model pembelajaran yang berkualitas pada kepribadian Indonesia,” ujar Mendikdasmen Abdul Mu’ti.
Ia menambahkan bahwa pendidikan tidak boleh berhenti pada aspek kognitif semata, melainkan harus mampu membentuk karakter dan integritas peserta didik. “Pendidikan tidak hanya proses untuk mendidik anak-anak bangsa ini pandai mengerjakan soal atau keterampilan teknokratik, tapi juga harus membentuk integritas, nasionalisme, dan komitmen untuk berkontribusi bagi bangsa dan negara,” jelasnya.
Sejalan dengan pandangan tersebut, Chief Executive Officer (CEO) Bakti Mulya 400 Sutrisno Muslimin menjelaskan bahwa kehadiran sekolah swasta ini dirancang untuk membangun generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat dalam karakter dan jati diri kebangsaan. “Ada tiga capaian besar BM 400 yaitu membentuk generasi religius, nasionalis, dan internasionalis,” pungkas Sutrisno.
