Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan Program Magang Nasional menjadi instrumen krusial pemerintah dalam membekali generasi muda menghadapi tantangan dunia kerja. Program ini dirancang untuk memperkuat kesiapan mereka melalui pengalaman praktis dan peningkatan kompetensi.

Yassierli, dalam keterangannya di Jakarta pada Jumat (22/5/2026), menyoroti bahwa dunia kerja saat ini menuntut lebih dari sekadar pengetahuan akademik. “Persaingan dunia kerja ke depan akan semakin penuh tantangan. Karena itu, program Magang Nasional menjadi wadah untuk terus meningkatkan kemampuan dan kesiapan diri,” ujar Yassierli.

Program Magang Nasional tidak hanya berfokus pada pemberian pengalaman kerja, tetapi juga pembelajaran mendalam mengenai tata kelola, produktivitas, dan budaya kerja di lingkungan profesional. Peserta didorong untuk aktif menggali setiap pengalaman selama mengikuti program ini.

Selain itu, program ini juga bertujuan meningkatkan kompetensi teknis dan nonteknis peserta, termasuk kemampuan komunikasi, disiplin, serta profesionalisme yang sangat dibutuhkan di dunia kerja. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) juga menyediakan fasilitas sertifikasi kompetensi sebagai nilai tambah bagi peserta saat memasuki pasar kerja.

Tersedia sekitar 15 hingga 30 workshop sertifikasi yang dapat dipilih sesuai bidang masing-masing peserta. “Silakan dimanfaatkan sertifikasi kompetensi sebagai bonus di akhir program. Pilih yang paling relevan dengan bidang yang dikerjakan selama magang,” kata Yassierli.

Menaker Yassierli menambahkan, Kemnaker akan terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan Program Magang Nasional agar relevansinya dengan kebutuhan dunia kerja dan industri tetap terjaga.

Senada dengan Menaker, Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker Darmawansyah menyatakan bahwa program magang merupakan langkah strategis pemerintah dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dan siap kerja. Ia menekankan pentingnya pengembangan kemampuan nonteknis seperti komunikasi, disiplin, dan profesionalisme sebagai bekal menghadapi persaingan kerja yang semakin ketat.

Sebagai informasi, pelepasan peserta Magang Nasional Tahap II secara nasional dijadwalkan pada 26 Mei 2026, yang akan dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.