Menjelang Idulfitri 2026, fenomena ‘‘ kembali menjadi sorotan, menandai pergeseran signifikan dalam tradisi berbagi Tunjangan Hari Raya (THR) dari bentuk fisik ke digital. Fitur berbagi saldo yang dipopulerkan oleh dompet digital ini semakin merajalela, menawarkan likuiditas instan dan kemudahan yang tak tertandingi bagi jutaan pengguna di Indonesia.

Adaptasi Digital Tradisi Berbagi

‘Dana Kaget’ memungkinkan pengguna untuk mengirimkan sejumlah uang kepada banyak penerima sekaligus melalui sebuah tautan. Pengirim dapat menentukan total dana yang akan dibagikan serta jumlah penerima, dengan sistem yang memungkinkan pembagian dana secara acak atau merata. Kemudahan dan kecepatan transaksi ini menjadi daya tarik utama, terutama saat momen-momen spesial seperti Hari Raya, di mana tradisi berbagi uang tunai melalui amplop fisik kerap menjadi tantangan logistik.

Data dari Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) menunjukkan lonjakan signifikan dalam penggunaan dompet digital untuk tujuan berbagi atau hadiah. Pada Hari Raya Idulfitri 2025, volume transaksi serupa meningkat 40% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan ‘Dana Kaget‘ disebut sebagai salah satu pendorong utamanya. Total nilai transaksi yang berputar melalui fitur-fitur semacam ini diperkirakan mencapai triliunan rupiah, menggambarkan skala adopsi yang masif di masyarakat.

Dampak Sosial dan Ekonomi

Dr. Indah Permata, Ekonom Digital dari Universitas Indonesia, menyoroti fenomena ini sebagai cerminan adaptasi masyarakat terhadap teknologi finansial.