Di tengah kuatnya anggapan bahwa kesuksesan lulusan perguruan tinggi harus diukur dari profesi berseragam, sekelompok anak muda Gen Z di Babat, Lamongan, memilih jalur berbeda. Mereka meresmikan Rawoeh Kopi, sebuah warung kopi yang menjadi simbol keberanian generasi muda menantang stigma lama soal pilihan karier.
Grand opening Rawoeh Kopi digelar di kawasan Babat, Lamongan, dengan konsep warung kopi yang mengedepankan kenyamanan layaknya kafe. Berbeda dari warkop pada umumnya, Rawoeh Kopi menghadirkan suasana santai dengan fasilitas sofa yang dirancang untuk memberi pengalaman nongkrong lebih rileks bagi pengunjung.
Owner Rawoeh Kopi, Rikza Syahrial, menyampaikan bahwa kehadiran usaha ini bukan sekadar membuka ruang usaha baru. Lebih dari itu, Rawoeh Kopi membawa pesan bahwa lulusan perguruan tinggi tidak harus selalu berujung pada profesi konvensional seperti pegawai kantoran, Aparatur Sipil Negara (ASN), atau guru.
“Rawoeh Kopi kami hadirkan sebagai ruang kreatif sekaligus bukti bahwa memilih jalur usaha adalah pilihan rasional dan terhormat. Anak muda berhak menentukan masa depannya sendiri tanpa harus terikat stigma profesi tertentu,” ujar Rikza, Sabtu (31/1/2026).
Dengan mengusung semangat kemandirian, Rawoeh Kopi dirintis oleh anak-anak muda Gen Z yang melihat potensi besar industri kopi dan ruang nongkrong sebagai bagian dari ekosistem ekonomi kreatif lokal. Rikza menambahkan, “Selain menjadi tempat menikmati kopi, semoga Rawoeh Kopi juga diharapkan menjadi ruang diskusi, bertukar ide, hingga kolaborasi antar anak muda di Babat dan sekitarnya.”
Konsep warung kopi bersofa dipilih untuk menjembatani dua dunia, yakni kesederhanaan warkop dan kenyamanan kafe. Hal ini memungkinkan Rawoeh Kopi menjangkau berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, pekerja lepas, hingga masyarakat umum.
Kehadiran Rawoeh Kopi mendapat sambutan positif dari warga sekitar. Selain menambah alternatif ruang nongkrong, usaha ini dinilai memberi warna baru bagi geliat usaha mikro dan ekonomi kreatif di wilayah Babat. Melalui Rawoeh Kopi, para perintis berharap dapat memantik perubahan cara pandang masyarakat terhadap pilihan karier generasi muda, bahwa kesuksesan tidak selalu diukur dari seragam yang dikenakan, melainkan dari keberanian menciptakan peluang dan memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.
