Kemenangan telak 4-0 atas Persis Solo di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Senin (27/4/2026) tidak sepenuhnya menghadirkan euforia di kubu Persija Jakarta. Di balik pesta gol Macan Kemayoran, terselip nada pasrah dari sang pelatih, Mauricio Souza, yang mulai merelakan perburuan gelar juara Super League 2025/2026 bukan lagi sepenuhnya di tangan timnya.
Persija memang tampil garang dan berhasil menjaga asa juara tetap hidup. Dengan koleksi 62 poin, mereka kini bercokol di posisi ketiga klasemen sementara. Namun, Souza sadar betul takdir juara kini bergantung pada langkah tim lain.
Sorotan kini tertuju pada dua pesaing utama, yakni Persib Bandung dan Borneo FC Samarinda. Kebetulan, keduanya akan menjalani laga tandang; Persib bertamu ke markas Bhayangkara FC, sementara Borneo FC menghadapi Persik Kediri. Bagi Souza, hasil pertandingan kedua tim tersebut berada di luar kendali Persija.
Alih-alih penuh percaya diri, pelatih asal Brasil itu memilih menyerahkan segalanya kepada kehendak Tuhan. “Kompetisi sekarang tidak hanya bergantung kepada kami,” ujar Mauricio Souza, menyoroti posisi timnya yang harus berharap pada hasil pertandingan para rival.
Kemenangan besar atas Persis Solo memang menunjukkan kekuatan Persija, tetapi peluang mereka untuk mengangkat trofi kini dihadapkan pada realitas persaingan ketat di puncak klasemen.
