Pembalap Spanyol, Marc Marquez, secara mengejutkan mengungkapkan prioritas utamanya menjelang akhir kariernya di MotoGP. Bukan tambahan gelar juara dunia, melainkan harapan untuk bisa pensiun tanpa kembali mengalami cedera serius yang sempat mengancam masa depannya di lintasan. Juara dunia sembilan kali itu bahkan menyatakan kesiapannya untuk “menandatangani sekarang juga” jika ada jaminan kariernya berakhir tanpa cedera.

“Kalau saya bisa pensiun tanpa cedera lagi, saya akan menandatanganinya sekarang juga,” kata Marquez dalam wawancara dengan stasiun radio Spanyol Onda Cero. Meski demikian, pembalap berusia 33 tahun ini menegaskan ambisinya untuk meraih gelar juara dunia lagi selama masih aktif membalap. “Lalu soal memenangkan gelar dunia lagi? Tentu saja saya akan mencoba,” ujarnya.

Transformasi Karier Pasca-Cedera Berat

Karier Marquez sempat berada di titik terendah setelah serangkaian cedera serius pada lengan dan gangguan penglihatan yang dialaminya saat masih membela Honda. Cedera tersebut memaksanya menjalani beberapa operasi dan absen panjang dari kompetisi, bahkan sempat mengancam kelanjutan kariernya di ajang balap motor paling bergengsi ini.

Masa sulit itu mendorong Marquez mengambil keputusan besar pada musim 2024, yakni meninggalkan Honda dan bergabung dengan tim satelit Ducati, Gresini Racing. Keputusan yang awalnya dianggap berisiko ini terbukti tepat. Marquez mampu kembali tampil kompetitif, bahkan dengan motor Ducati spesifikasi tahun sebelumnya.

Performa impresif tersebut membawanya terpilih untuk bergabung dengan tim pabrikan Ducati mulai musim 2025, mengalahkan kandidat kuat lainnya seperti Jorge Martin. Pada musim tersebut, Marquez berhasil mengakhiri penantian gelar selama lima tahun dengan menjuarai MotoGP secara dominan. Rekan setimnya di Ducati, Francesco Bagnaia, bahkan menyebut kampanye Marquez saat itu berlangsung “tanpa rival”.

Kedewasaan Mental di Balik Cedera

Marquez mengakui bahwa masa-masa penuh cedera menjadi pengalaman transformatif yang sangat mengubah cara pandangnya terhadap balapan dan karier profesionalnya. Ia merasa berkembang secara mental jauh lebih cepat dibandingkan ketika terus meraih kemenangan di masa lalu.

“Ketika Anda cedera, rasanya seperti berada di dalam sangkar. Begitu dokter sedikit membuka pintunya, Anda langsung ingin keluar,” jelas Marquez. “Dalam tiga tahun penuh cedera itu, saya merasa berkembang dua kali lebih banyak dibandingkan sepuluh tahun saat terus menang.”

Perjuangan Pemulihan dan Awal Musim 2026

Meski telah kembali bersaing di papan atas, kondisi fisik Marquez belum sepenuhnya pulih. Ia masih menjalani proses pemulihan dari cedera bahu yang dialaminya pada balapan di Pertamina Mandalika International Street Circuit pada Oktober tahun lalu. Insiden tersebut terjadi setelah motornya tersenggol dari belakang oleh Marco Bezzecchi, yang membuat Marquez mengalami cedera dan harus mengakhiri musim lebih awal.

Cedera tersebut masih memengaruhi performanya di lintasan, terutama saat melakukan pengereman keras dan memasuki tikungan. “Saya masih belum mengendarai motor seperti yang saya inginkan,” kata Marquez saat pembukaan musim di Buriram. Ia menambahkan, “Saya perlu terus meningkatkan kondisi fisik sekaligus menyesuaikan gaya berkendara.”

Dampak cedera juga membuat Marquez memulai musim 2026 dengan menggunakan paket aerodinamika Ducati versi 2024, yang dianggap lebih ringan secara fisik dibandingkan versi terbaru. Namun, ia mengakui masih mengalami kesulitan pada fase pengereman dan saat memasuki tikungan, karena otot dada dan bahu yang terdampak operasi belum sepenuhnya pulih.

Pada seri pembuka musim di Buriram, Marquez finis kedua dalam sprint race setelah menerima penalti akibat kontak dengan pembalap KTM, Pedro Acosta. Sementara dalam balapan utama, ia sempat berada di posisi keempat sebelum akhirnya gagal finis akibat kerusakan pada pelek roda. Hasil tersebut membuat Marquez kini tertinggal 23 poin dari pemimpin klasemen sementara, Pedro Acosta. Seri kedua musim ini akan digelar di Goiania, yang sekaligus menjadi debut MotoGP di sirkuit tersebut.