Ratusan personel Manggala Agni dikerahkan untuk operasi pemadaman darat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Riau, Sabtu (14/2/2026). Pengerahan ini dilakukan sehari setelah Provinsi Riau resmi menetapkan status Siaga Darurat Karhutla. Hingga saat ini, estimasi luas lahan yang terdampak mencapai 745,5 hektare di delapan lokasi berbeda.
Penambahan pasukan juga dilakukan dengan mengirimkan personel dari Provinsi Jambi untuk membantu penanganan Karhutla yang meluas. Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Kabalai Dalkarhut) Sumatra, Ferdian Krisnanto, mengungkapkan jumlah personel yang terlibat.
Pengerahan Personel dan Luas Terdampak
“Hari ini 138 personel yang pemadaman. Penambahan pasukan dari jambi saat ini dalam perjalanan,” kata Ferdian Krisnanto kepada Media Indonesia, Sabtu (14/2/2026).
Data pengukuran kasar menggunakan GPS menunjukkan total 745,5 hektare lahan terbakar tersebar di delapan titik. Lokasi-lokasi tersebut meliputi Desa Karya Indah, Kampar (2 ha), Bukit Timah, Dumai (2 ha), Rantau Bais, Rokan Hilir (2 ha), dan Sukarjo Mesim, Bengkalis (50 ha, status hutan lindung).
Selain itu, Karhutla juga melanda Tanjung Leban, Bengkalis (100 ha, status hutan produksi), Teluk Meranti, Pelalawan (3,5 ha, status areal peruntukkan lain), Pulau Muda, Pelalawan (21 ha), serta Teluk Beringin, Pelalawan (565 ha, status APL, HP, dan HL).
Ferdian menjelaskan, Kabupaten Pelalawan menjadi wilayah dengan dampak terluas di antara delapan lokasi Karhutla di Riau. Pihaknya menargetkan penuntasan Karhutla di Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, dapat diselesaikan secepatnya.
“Teluk meranti target hari ini tuntas. Lokasi lain masih dalam penanganan,” ujarnya.
Peringatan dan Permintaan Bantuan Pusat
Meskipun hujan sempat mengguyur sekitar Pekanbaru pada dini hari, Ferdian menyebutkan bahwa curah hujan tersebut belum mencapai lokasi-lokasi pemadaman. Oleh karena itu, tim pemadam masih terus berupaya keras di wilayah perbatasan Kota Pekanbaru untuk mencegah dampak kabut asap Karhutla.
Ferdian juga menyampaikan peringatan keras kepada masyarakat. “Ini pesan ke seluruhya, untuk sebaiknya dihindari praktek-praktek penyiapan lahan baik untuk membuka kebun atau pembersihan kavling dengan pembakaran. Dengan kondisi yang saat ini minim hujan dan bahan bakaran kering serta angin yang kencang dan berubah-ubah arah, akan samgat berisiko menjadi kebakaran besar,” tegasnya.
Ia berharap kondisi Riau bebas dari asap dan kebakaran hutan selama bulan Ramadan. “Kita berharap bulan Ramadan kondisi Riau bebas dari asap dan kebakaran hutan,” tambahnya.
Dalam rapat penetapan Siaga Darurat Karhutla, Manggala Agni bersama pihak terkait telah meminta pemerintah pusat, melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Kehutanan (Kemenhut), untuk segera melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) serta mengirimkan bantuan helikopter water bombing dan helikopter patroli Karhutla.
“Kita sudah rapat kemarin untuk segera request ke BNPB dan Kemenhut beriringan dengan penetapan status siaga darurat. Potensi hujan masih ada di Riau walaupun kecil, masih bisa dimanfaatkan untuk OMC. Membasahi gambut dan mengisi embung-embung,” pungkas Ferdian.
