Tim Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatra bersama berbagai pemangku kepentingan terus berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Provinsi Riau dan Provinsi Kepulauan Riau. Hingga Rabu, 11 Februari 2026, upaya pemadaman masih dilakukan secara intensif di sejumlah wilayah.
Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatra, Ferdian Krisnanto, mengungkapkan bahwa empat Daerah Operasi (Daops) Manggala Agni telah dikerahkan. “Tim Manggala Agni dari 4 Daerah Operasi (Daops) di Riau dan Kepulauan Riau, yaitu Daops Sumatra V/Dumai, Daops Sumatra VI/Siak, Daops Sumatra VII/Rengat dan Daops Sumatra VIII/Batam telah kami kerahkan untuk melakukan upaya pemadaman di Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Siak, Kabupaten Rokan Hilir, dan Kota Batam. Saat ini, tim terus bergerak bersama stakeholder terkait untuk mencegah agar titik api tidak semakin meluas,” ujar Ferdian kepada Media Indonesia pada Selasa (10/2).
Pulau Mendol di Pelalawan Hampir Hangus
Di Kabupaten Pelalawan, karhutla terjadi di Desa Teluk Beringin, yang merupakan bagian dari Pulau Mendol, Kecamatan Kuala Kampar. Manggala Agni Daops Sumatra VII/Rengat, bersama BPBD Pelalawan, Polri, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan Pemadam Kebakaran (Damkar), masih berjuang memadamkan api yang telah melahap ratusan hektare lahan dan nyaris menghanguskan seluruh pulau tersebut.
Ferdian menjelaskan bahwa informasi awal dari masyarakat menduga kebakaran di Pulau Mendol disebabkan oleh penyiapan lahan. Angin kencang kemudian memperparah situasi, menyebabkan api meluas dan merusak kebun kelapa masyarakat. “Pulau Mendol merupakan salah satu daerah penghasil kelapa yang penting di wilayah Kabupaten Pelalawan dan merupakan wilayah terluar yang dekat dengan negara tetangga, sehingga kami terus mengerahkan personel dan peralatan di lapangan untuk memastikan api dapat segera dipadamkan sepenuhnya serta meminimalkan dampak terhadap lingkungan dan masyarakat,” tambahnya.
Situasi Karhutla di Wilayah Lain
Sehari sebelumnya, pada Minggu, 8 Februari 2026, tim Manggala Agni Daops Sumatra VI/Siak bersama MPA berhasil memadamkan karhutla seluas 10 hektare di Desa Sepahat, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis.
Di Desa Tanjung Leban, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis, tim Manggala Agni Daops Sumatra VI/Siak bersama TNI, Polri, Regu Pemadam Kebakaran (RPK) PT Bukit Batu Hutani Alam (BBHA), dan Masyarakat Peduli Bencana (MPB) Tanjung Leban terus berupaya menyekat dan memutus kepala api agar tidak meluas.
Sementara itu, di Kabupaten Siak, Balai Dalkarhut Wilayah Sumatra juga mengerahkan tim Manggala Agni Daops Sumatra VI/Siak untuk menangani karhutla di Kelurahan Mempura, Kecamatan Mempura. Bersinergi dengan Polri, BPBD Siak, dan masyarakat setempat, kondisi karhutla di sana telah terkendali dan sedang dalam tahap mopping up untuk memadamkan sisa bara dan mendinginkan material terbakar.
Di Kabupaten Rokan Hilir, tim Manggala Agni Daops Sumatra V/Dumai berjibaku memadamkan api di Desa Rantau Bais, Kecamatan Tanah Putih. Tim berfokus mematikan kepala api agar tidak semakin meluas. Lokasi ini memiliki tantangan tersendiri karena merupakan gambut dalam dengan sumber air terbatas dan akses yang sulit dijangkau, bahkan dengan kendaraan 4×4.
Kepala Seksi Wilayah II Balai Dalkarhut Wilayah Sumatra, Candra Irfansyah, menjelaskan, “Lokasi karhutla ini gambut dalam, sumber air juga terbatas, jadi diupayakan perbantuan alat berat untuk menggali lubang sumber air. Akses ke lokasi juga sulit dijangkau bahkan dengan mobil double gardan, tapi karena lokasinya berbatasan dengan PBPH (Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan), jadi kami sangat terbantu oleh RPK dan juga MPA di sana.”
Karhutla juga terjadi di Provinsi Kepulauan Riau, tepatnya di Kelurahan Kibing, Kecamatan Batu Aji, Kota Batam. Manggala Agni Daops Sumatra VIII/Batam, dibantu Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Unit II Batam dan Kelompok Tani, berupaya memadamkan api di kawasan Hutan Lindung Tiban.
Ferdian Krisnanto mengingatkan pentingnya mempertahankan capaian penurunan luasan kebakaran dan potensi bencana asap dalam beberapa tahun terakhir. Ia menekankan perlunya kerja sama dan sinergi semua pihak dalam penanganan karhutla di Riau dan Kepulauan Riau. Selain pemadaman, Manggala Agni juga melakukan patroli intensif untuk mencegah munculnya titik api baru, mengingat kondisi cuaca yang kering dan berangin. “Masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan dan segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran di sekitar wilayahnya,” pungkasnya.
