Aktivitas warga Kota Manado, Sulawesi Utara, dilaporkan kembali normal pada Kamis (2/4/2026) pascagempabumi berkekuatan Magnitudo (M) 7,3. Gempa yang mengguncang wilayah tersebut pada pagi hari sempat memicu kekhawatiran, namun denyut nadi perekonomian dan mobilitas masyarakat kini mulai pulih.

Juru Bicara Basarnas Manado, Nuriadin Gumeleng, mengonfirmasi bahwa situasi di lapangan saat ini sudah kondusif. Meskipun demikian, pihaknya masih terus melakukan pendataan mendalam untuk memastikan seluruh dampak kerusakan dan korban terdampak terakomodasi dengan baik.

Satu Korban Jiwa dan Kerusakan Bangunan Teridentifikasi

Berdasarkan data sementara yang dihimpun Basarnas, gempa tersebut memakan korban jiwa dan luka-luka. Nuriadin menjelaskan, "Untuk korban saat ini terdata dua orang. Satu orang meninggal dunia dan satu lainnya mengalami luka-luka."

Selain korban jiwa, kerusakan infrastruktur juga mulai teridentifikasi. Salah satu bangunan publik yang terdampak cukup signifikan adalah Gedung Olahraga KONI Manado.

  • Korban Jiwa: 1 Orang Meninggal Dunia
  • Korban Luka: 1 Orang
  • Kerusakan Fasilitas: Gedung KONI Manado (Rusak Sedang)

"Tadi proses evakuasi korban di gedung olahraga ini sudah dilakukan. Untuk dampak kerusakan lain masih dalam tahap pendataan oleh tim di lapangan," tambah Nuriadin.

Masyarakat Kembali Beraktivitas

Nuriadin menjelaskan bahwa secara umum, masyarakat Manado sudah kembali beraktivitas seperti biasa. Pusat-pusat keramaian dan jalan protokol tidak lagi menunjukkan kepanikan seperti saat guncangan terjadi pada pagi hari tadi. "Aktivitas warga sudah normal," tegasnya singkat.

Data Teknis Gempa dari BMKG

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bumi berkekuatan besar mengguncang wilayah tenggara Kota Bitung, Sulawesi Utara, pada pukul 06.48 WITA. Gempa tersebut memiliki parameter sebagai berikut:

  • Magnitudo: 7,3
  • Koordinat: 1,21 Lintang Utara dan 126,25 Bujur Timur
  • Lokasi: 127 kilometer tenggara Bitung, Sulawesi Utara
  • Kedalaman: 18 kilometer

Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan dan selalu memantau informasi resmi dari kanal BMKG maupun BNPB guna menghindari disinformasi.