KUALA LUMPUR – Malaysia menegaskan komitmennya untuk memperkuat integrasi ekonomi dan logistik di kawasan Asia Tenggara melalui dukungan terhadap jaringan kereta ASEAN Express. Jaringan ini dirancang untuk menghubungkan empat negara, termasuk Tiongkok.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim dalam pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Laos Sonexay Siphandone. Pertemuan ini berlangsung di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN yang diselenggarakan di Cebu, Filipina, pada Kamis (7/5/2026).
Dukungan untuk Konektivitas Regional
Menurut laporan dari Kantor Perdana Menteri Malaysia yang dikutip di Kuala Lumpur, dukungan ini merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk meningkatkan konektivitas regional. “Malaysia menyatakan dukungan terhadap upaya memperkuat integrasi ekonomi dan logistik ASEAN, termasuk melalui jaringan kereta ASEAN Express yang menghubungkan Malaysia, Thailand, Laos, dan China,” demikian bunyi keterangan resmi tersebut.
Selain jaringan kereta, Malaysia juga menunjukkan komitmennya untuk memperkuat kerja sama energi regional. Hal ini diwujudkan melalui partisipasi dalam Laos-Thailand-Malaysia-Singapura Power Integration Project (LTMS-PIP), sebuah inisiatif penting untuk berbagi sumber daya energi antarnegara.
Perluasan Kerja Sama Bilateral
Dalam pertemuan tersebut, PM Anwar Ibrahim dan PM Sonexay Siphandone juga menegaskan kembali komitmen kedua negara untuk memperluas kerja sama di berbagai sektor. Bidang-bidang yang menjadi fokus meliputi perdagangan, investasi, energi terbarukan, pendidikan tinggi, pertahanan, telekomunikasi, serta konektivitas regional secara keseluruhan.
Kedua pemimpin sepakat bahwa penguatan hubungan bilateral dan regional akan memberikan manfaat signifikan bagi pertumbuhan ekonomi dan stabilitas di kawasan.
