Malaysia dan India menyerukan penghentian segera peperangan di Timur Tengah yang melibatkan Israel, Amerika Serikat, dan Iran. Kesepakatan ini dicapai dalam dialog telepon antara Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim dan Perdana Menteri India Narendra Modi pada Kamis (19/3/2026).
Dalam perbincangan tersebut, kedua pemimpin membahas eskalasi konflik di Asia Barat yang semakin memburuk, terutama di bulan Ramadhan yang seharusnya menjadi waktu kedamaian. Keduanya sepakat untuk menggalang upaya demi menjunjung tinggi suara perdamaian, diplomasi, dan dialog yang konstruktif.
“Kami sepakat untuk menyerukan penghentian segera pertempuran serta menggalang upaya untuk menjunjung suara perdamaian, diplomasi, dan dialog yang konstruktif,” kata Anwar dalam keterangannya di Kuala Lumpur, Kamis, usai berdiskusi dengan PM Modi.
Anwar juga menyampaikan sikap tegas dan konsisten Malaysia dalam mengutuk pengeboman oleh Israel terhadap Iran yang didukung oleh Amerika Serikat. Ia menekankan bahwa Malaysia dan India harus bergandengan tangan untuk memperkuat suara kolektif di semua forum internasional, termasuk di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan BRICS.
Menurut Anwar, kerja sama yang solid menjadi semakin mendesak di tengah situasi ekonomi global yang suram, termasuk dampaknya terhadap ketahanan pangan. “Insyaallah, Malaysia dan India akan terus memperkuat komitmen bersama demi perdamaian dunia,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Anwar mengucapkan terima kasih kepada PM Modi atas ucapan selamat menyambut Hari Raya Idul Fitri kepada rakyat Malaysia. Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah di Malaysia akan dirayakan pada Sabtu, 21 Maret 2026.
