Pemerintah Malaysia secara resmi membentuk sebuah pusat komando komunikasi (communication command centre) yang akan bertugas menyelaraskan dan mengkomunikasikan kebijakan Majlis Tindakan Ekonomi Negara (MTEN). Langkah ini diambil sebagai respons terhadap dampak krisis Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi perekonomian negara.
Pusat Komando Komunikasi untuk MTEN
Menteri Komunikasi Malaysia, Fahmi Fadzil, yang juga menjabat sebagai juru bicara pemerintah, mengumumkan keputusan ini setelah mengikuti sidang kabinet di Malaysia pada Rabu (1/4/2026). “Para menteri setuju dibentuk communicatoon command center untuk MTEN,” ujar Fahmi Fadzil.
Pusat komando ini direncanakan akan menggelar konferensi pers setiap hari untuk menyampaikan segala kebijakan pemerintah melalui MTEN, khususnya terkait langkah-langkah dalam menyikapi dampak krisis di Timur Tengah. Ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjaga transparansi dan memberikan informasi terkini kepada publik.
Dipimpin Wakil Perdana Menteri
Fadillah Yusof, Wakil Perdana Menteri Malaysia, ditunjuk untuk memimpin pusat komando komunikasi ini. Tugas utamanya adalah menyelaraskan aspek komunikasi pemerintah terkait respons dan langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah serta badan-badan terkait, terutama dalam menghadapi krisis energi global dan situasi perang di Asia Barat.
Fokus pada Krisis Energi dan Ekonomi Domestik
Sebelumnya, dalam rapat MTEN, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim telah menyatakan bahwa rapat tersebut menelaah secara mendalam perkembangan krisis energi global yang semakin meruncing. Implikasi krisis ini terhadap perekonomian negara dan kesejahteraan rakyat menjadi perhatian utama.
Sebagai bagian dari upaya mitigasi, Anwar Ibrahim juga mengajak seluruh rakyat Malaysia untuk mengutamakan pembelian produk lokal. Ajakan ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi domestik di tengah ketidakpastian global.
