Bek senior Manchester United, Harry Maguire, memberikan apresiasi tinggi kepada mantan pelatih kepala Ruben Amorim. Maguire menegaskan bahwa pelatih asal Portugal itu memiliki peran krusial dalam mengarahkan klub ke jalur yang tepat dan membangun fondasi skuad yang solid, meskipun masa kepelatihannya di Old Trafford tidak berjalan mulus.

Amorim Dianggap Bawa Arah yang Tepat

Dalam wawancara eksklusif yang dilansir dari The Guardian, Maguire mengungkapkan pandangannya. “Saya sangat menyukai Ruben, dia punya ide-ide hebat. Ide-ide itu hanya saja tidak berhasil di Manchester United,” jelas Maguire. Ia menambahkan bahwa kegagalan tersebut juga menjadi tanggung jawab para pemain. “Itu tidak berhasil atau tidak klik, dan kami sebagai pemain juga harus memikul banyak tanggung jawab untuk itu.”

Meski demikian, Maguire tetap memberikan pujian atas kepemimpinan Amorim. “Tetapi saya pikir dia telah memimpin klub ke arah yang benar, dan saya pikir dia pantas mendapatkan banyak pujian untuk itu, dia telah membangun skuad yang bagus dan solid,” tegasnya. Pandangan ini konsisten dengan pengakuan Maguire bahwa Amorim adalah “manajer yang hebat” yang “sangat menuntut” serta “sangat bagus secara taktis”.

Fondasi Skuad Solid yang Dibangun Amorim

Maguire juga menyoroti bagaimana Amorim berhasil membangun skuad yang “bagus dan solid”. Filosofi kepelatihan Amorim dikenal menekankan struktur, penguasaan bola, dan pressing agresif. Selama membesut Sporting CP, Amorim sukses mengembangkan talenta muda dan membentuk tim tangguh yang berujung pada dua gelar Primeira Liga, menunjukkan kemampuannya dalam menciptakan fondasi tim yang kuat.

Meskipun masa kepelatihan Amorim di Manchester United berakhir kurang memuaskan, Maguire yakin dengan potensi sang pelatih. “Saya benar-benar percaya dia akan terus maju dan memiliki karier yang luar biasa, dan di klub berikutnya dia mungkin akan memenangkan banyak, banyak pertandingan sepak bola,” ungkap Maguire.

Peran Kepemimpinan Maguire di Bawah Amorim

Di bawah kepelatihan Amorim, Harry Maguire sendiri menunjukkan peningkatan performa dan kembali menempati peran kepemimpinan vital di lini pertahanan. Amorim memuji komitmen dan kualitas kepemimpinan Maguire, mencatat, “Dia kembali menjadi seorang pemimpin. Dia merasa lebih seperti pemain penting dalam tim, dan dia sangat percaya pada dirinya sendiri. Dia melakukan pekerjaan hebat.”

Posisi Maguire di lini tengah pertahanan tiga pemain yang diterapkan Amorim memungkinkannya memaksimalkan dominasi udara dan kesadaran defensifnya. Komitmen Maguire terlihat jelas, bahkan ketika ia bermain dalam kondisi sakit. Maguire juga menekankan pentingnya tanggung jawab pemain dalam menjalankan instruksi pelatih. “Kami sebagai pemain harus memikul banyak tanggung jawab untuk itu juga,” tambahnya. Ia merasa nyaman bermain dalam formasi empat bek, yang dinilainya lebih sesuai dengan gaya permainannya yang seringkali melakukan dorongan ke depan dengan bola.

Transisi Mulus di Bawah Michael Carrick

Setelah kepergian Amorim pada Januari 2026, Manchester United mengalami perubahan signifikan di bawah manajer interim Michael Carrick. Sejak mengambil alih, Carrick berhasil mengangkat performa tim, membawa mereka naik ke posisi tiga besar Liga Primer Inggris dengan 23 poin dari 10 pertandingan dan hanya mengalami satu kekalahan. Maguire memuji transisi yang mulus di bawah Carrick, mengakui kontribusi staf pelatih dalam membuat proses adaptasi berjalan lancar.

Meskipun masa kepelatihan Amorim di Manchester United tidak mencapai puncaknya, pujian dari Maguire menunjukkan bahwa warisan taktis dan upaya membangun skuad yang kuat tetap dihargai. Pengalaman ini menjadi pelajaran berharga bagi klub dalam perjalanan mereka mencari stabilitas dan kesuksesan di masa depan.