Anggota Komisi V DPRD Nusa Tenggara Barat (NTB), Made Slamet, menyatakan dukungannya terhadap kebijakan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang membatasi penggunaan media sosial (medsos) bagi anak-anak berusia di bawah 16 tahun. Menurutnya, langkah ini krusial untuk melindungi generasi muda dari dampak negatif ruang digital.

“Kami mendukung pembatasan atau pelarangan anak-anak di bawah umur menggunakan media sosial (medsos),” ujar Made Slamet di Mataram pada Rabu (12/03/2026). Ia mengaku prihatin melihat platform medsos kini banyak dipenuhi informasi liar yang dikonsumsi anak-anak tanpa pengawasan ketat.

Politisi dari Daerah Pemilihan (Dapil) 1 Kota Mataram ini mengakui pentingnya medsos, namun menilai kesiapan anak-anak untuk menerimanya belum memadai. “Memang medsos ini disatu sisi penting tapi kesiapan anak-anak menerima itu belum siap. Jadi, saya setuju kalau itu dibatasi, tapi ini perlu juga ketegasan dari pemerintah lagi, karena meski ada batasan tapi di sisi lain dalam pelajaran anak-anak diminta mencari tugas itu melalui gawai,” jelasnya.

Made Slamet juga menyoroti kebiasaan anak mencari tugas melalui gawai yang berpotensi membuat mereka malas dan kurang memahami masalah secara utuh. Ia berharap ada kebijakan yang mengembalikan fokus pada pencarian informasi melalui buku.

“Makanya soal ini kita harapkan mencari tugas bukan lagi melalui gawai tapi kembali dengan mencari dan membaca buku. Ini harus ada kebijakan karena pengaruh gawai ini membuat anak malas, ingin mudah, tapi tidak bisa memahami masalah secara utuh,” sambungnya.

Untuk itu, Made Slamet menekankan bahwa pembatasan medsos pada anak harus diiringi koordinasi antara Komdigi dengan Kementerian Pendidikan. Ia bahkan menyarankan perluasan batasan usia jika diperlukan, serta peran aktif orang tua dalam pengawasan.

“Komdigi tidak bisa bekerja sendirian tetapi harus bersinergi dengan semua pihak, termasuk Kementerian Pendidikan dalam membatasi anak memegang gawai di ruang belajar,” tegasnya, menyoroti pentingnya perlindungan maksimal bagi anak di ruang digital.