Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), secara resmi meluncurkan Gerakan Meraih Cita Tanpa Kawin Anak (Gemercik). Inisiatif ini bertujuan memberikan edukasi komprehensif kepada generasi muda dan secara signifikan menekan angka pernikahan anak di bawah umur yang masih tergolong tinggi di wilayah tersebut.

Wakil Bupati Lombok Utara, Kusmalahadi Syamsuri, menegaskan pentingnya program ini. “Program ini sangat penting karena menjadi bagian dari upaya kita bersama dalam mencegah perkawinan anak. Dampaknya sangat besar jika tidak dicegah, mulai dari terhambat pendidikan, risiko kesehatan, hingga berpengaruh pada kualitas generasi masa depan,” ujar Kusmalahadi di Lombok Utara, Senin.

Ia juga menekankan bahwa generasi muda saat ini adalah penerus bangsa yang harus diberikan ruang untuk berkembang dan meraih cita-cita. “Anak-anak hari ini adalah generasi masa depan bangsa. Karena itu, mencegah perkawinan anak bukan hanya tugas pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama orang tua, guru, masyarakat, hingga seluruh pemangku kepentingan,” tambahnya.

Data menunjukkan bahwa angka perkawinan anak di Kabupaten Lombok Utara masih tergolong tinggi. Kondisi ini menuntut sinergi dan komitmen kuat dari berbagai pihak untuk menekan laju peningkatan tersebut.

“Kami membutuhkan sinergitas dan kerja sama semua pihak agar upaya pencegahan perkawinan anak di Lombok Utara dapat berjalan efektif. Dengan demikian anak-anak kita bisa fokus belajar, mengembangkan potensi, dan meraih masa depan yang lebih baik,” harap Kusmalahadi.

Direktur Program Literasi dan Numerasi Sekolah (PLAN) International Indonesia, Ida Ngurah, menjelaskan bahwa peluncuran Gemercik di Lombok Utara merupakan rangkaian kedua yang dilaksanakan pada Maret 2026. Sebelumnya, kegiatan serupa telah digelar di Taman Sangkareang, Kota Mataram.

Ida Ngurah menambahkan bahwa pelaksanaan kegiatan ini bertepatan dengan Hari Perempuan Sedunia, menjadikannya momentum penting untuk menegaskan peran vital perempuan dalam pembangunan masyarakat. “Perempuan di Lombok Utara memiliki peran besar sebagai penggerak pencegahan perkawinan anak, penggerak pembinaan keluarga, hingga upaya percepatan penurunan stunting,” tegas Ida Ngurah.

Kegiatan Gemercik secara spesifik bertujuan meningkatkan kapasitas dan pemahaman para pelajar, membekali mereka agar mampu menjadi agen perubahan yang efektif di lingkungan sekitarnya.

“Kami berharap ilmu dan pemahaman yang diperoleh para siswa hari ini tidak hanya berhenti di ruangan ini, tetapi dapat mereka sebarkan kepada teman-teman sebaya maupun masyarakat di lingkungan tempat tinggal,” pungkasnya.