Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), mencatat masuknya dua investor asing dari Maroko dan Australia pada awal tahun 2026. Investasi ini difokuskan pada pembangunan akomodasi pendukung sektor pariwisata di wilayah tersebut, dengan nilai investasi awal mencapai Rp72 miliar.
Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMP2T) Kabupaten Lombok Tengah, Helmi Qazwaini, mengungkapkan bahwa kehadiran investor ini menjadi angin segar bagi pertumbuhan ekonomi lokal. “Di awal 2026 ini, sementara ada dua investor asing yang melakukan investasi di Lombok Tengah,” kata Helmi di Lombok Tengah, Selasa (17/02/2026).
Investasi Maroko: Pembangunan Villa di Motong Ajan
Investor asal Maroko telah memulai pembangunan villa di Desa Motong Ajan. Proyek ini memiliki nilai investasi sebesar Rp72 miliar. Helmi menjelaskan, “Nilai investasi Rp72 miliar untuk investor asal Maroko.” Pembangunan villa ini akan dilakukan secara bertahap, dengan target 21 unit villa pada tahap pertama yang diharapkan dapat beroperasi pada tahun 2026.
Meskipun demikian, pihak investor Maroko mengharapkan dukungan dari pemerintah daerah terkait peningkatan infrastruktur jalan menuju lokasi pembangunan villa. Helmi menambahkan, “Akan ada skema yang akan dilakukan untuk mendukung keberadaan investasi di Lombok Tengah. Kami juga melibatkan tim satgas percepatan investasi.”
Investor Australia: Resort Khusus Wisatawan Muslim di Selong Belanak
Sementara itu, investor dari Australia telah melakukan survei lokasi di Desa Selong Belanak. Mereka membutuhkan lahan seluas 100 hektare untuk rencana pembangunan resort. “Mereka butuh lahan seluas 100 hektare,” ujar Helmi.
Resort yang akan dibangun ini dirancang khusus untuk melayani wisatawan dari Timur Tengah atau komunitas Muslim. Konsepnya memungkinkan wisatawan untuk tinggal dalam jangka waktu yang lebih lama, bahkan bisa mencapai lebih dari satu bulan. “Wisatawan yang tinggal itu bisa lebih dari satu bulan,” jelas Helmi.
Mengingat durasi tinggal yang panjang, investor Australia juga berencana membangun sarana dan prasarana pendukung lainnya, termasuk fasilitas pendidikan. “Di kawasan itu juga direncanakan dibangun sekolah,” tambahnya.
Dampak Positif dan Harapan Pemerintah Daerah
Masuknya dua investor asing ini diharapkan dapat memberikan dampak positif signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat Lombok Tengah. Pemerintah daerah menekankan pentingnya menjaga keamanan dan kenyamanan bagi wisatawan serta kelancaran proses investasi.
“Kami berharap investasi ini berjalan dengan lancar, sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat,” pungkas Helmi, seraya mengajak semua pihak untuk mendukung iklim investasi yang kondusif di Lombok Tengah.
