Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), resmi meluncurkan program alokasi anggaran senilai Rp1 miliar per desa per tahun. Inisiatif ini bertujuan untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi rakyat langsung dari tingkatan desa, dengan implementasi dimulai pada tahun 2026.
Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini, menjelaskan bahwa setiap desa telah memiliki plafon anggaran tersebut. “Semua desa sudah punya plafon program senilai Rp1 miliar yang kami tuangkan dalam rencana kegiatan tahun 2026,” ujar Zaini di Lombok Barat, Senin (23/2/2026).
Zaini menambahkan, penyusunan usulan program dari setiap desa telah melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa. Hal ini memastikan bahwa tidak ada program yang muncul di luar perencanaan yang telah disepakati bersama. Program alokasi anggaran Rp1 miliar per desa per tahun ini dianggap sebagai langkah strategis pemerintah daerah dalam mendorong geliat ekonomi dari akar rumput.
Pemerintah Lombok Barat juga mendorong agar alokasi dana tersebut dapat digerakkan hingga ke tingkat dusun. Skema ideal yang disiapkan adalah masing-masing dusun memperoleh alokasi sekitar Rp100 juta dari total anggaran Rp1 miliar per desa.
“Kami giring masing-masing dusun mendapat bagian Rp100 juta dari plafon Rp1 miliar per desa,” tegas Zaini.
Kabupaten Lombok Barat sendiri terdiri dari 122 desa yang tersebar di 10 kecamatan. Kecamatan Narmada menjadi yang terbanyak dengan 21 desa, diikuti oleh Kecamatan Gunung Sari dengan 16 desa, dan Kecamatan Lingsar dengan 15 desa.
Bupati Zaini berharap program Rp1 miliar per desa ini mampu menjadi pengungkit ekonomi rakyat, menggerakkan aktivitas ekonomi di desa, serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
“Dari desa inilah ekonomi rakyat tumbuh dan kesejahteraan masyarakat terwujud, sehingga Lombok Barat bisa terus maju, mandiri, dan berkeadilan,” pungkasnya.
