Film aksi Indonesia kembali meramaikan layar lebar dengan kehadiran “Ikatan Darah” dari Uwais Pictures. Mulai tayang di seluruh bioskop Indonesia sejak 30 April 2026, film ini menawarkan perpaduan genre drama, aksi, thriller, dan sentuhan teror yang intens, dengan Livy Ciananta sebagai pemeran utama yang memukau.

Sidharta Tata: Kepiawaian Meramu Laga dan Emosi

Disutradarai oleh Sidharta Tata, “Ikatan Darah” menjadi bukti kepiawaiannya dalam meramu adegan laga yang penuh ketegangan sekaligus emosional. Tata, yang dikenal sebagai salah satu sutradara genre paling menonjol di Indonesia dalam satu dekade terakhir, memiliki kemampuan mengolah atmosfer, ketegangan, hingga visual yang kuat, baik dalam film horor maupun aksi.

Cerita film ini berpusat pada karakter Mega, yang diperankan oleh Livy Ciananta. Mega terpaksa masuk ke dunia kekerasan demi menyelamatkan kakaknya, Bilal, yang diperankan oleh Derby Romero. Konflik tersebut membawanya berhadapan langsung dengan jaringan lintah darat yang kejam, dipimpin oleh sosok antagonis yang diperankan oleh Teuku Rifnu Wikana.

Tidak hanya menyajikan adegan laga yang mendebarkan, “Ikatan Darah” juga menyelipkan elemen teror yang memperkuat ketegangan cerita. Livy Ciananta menjelaskan bahwa film ini tidak bisa dikotakkan hanya sebagai film laga semata. “Ikatan Darah tidak bisa dikotakkan hanya sebagai film laga semata,” ujarnya saat ditemui dalam kegiatan promo di Bandung.

Livy Ciananta bersama Agra Piliang dan Abdurrahman Arif diketahui turut hadir dalam kegiatan promosi film “Ikatan Darah” di Kota Bandung pada Sabtu, 2 Mei 2026, menyapa para penggemar dan media.