Pesona Sembalun, kawasan yang memeluk kaki Gunung Rinjani di Lombok Timur, tak pernah pudar. Namun, libur Lebaran 2026 ini menyuguhkan tren baru yang kian digandrungi wisatawan. Konsep Family Adventure kini tak lagi sekadar mendaki, melainkan menikmati keindahan pegunungan dengan gaya berkemah eksklusif yang nyaman bagi keluarga.
Sembalun Camper, sebuah lokasi camping ground yang strategis di kaki Bukit Pergasingan, tepat di pinggir jalan lingkar Sembalun, menjadi saksi membludaknya animo tersebut. Destinasi ini kini menjelma magnet kuat bagi wisatawan lokal, domestik, hingga mancanegara.
Resil, pemilik Sembalun Camper, mengungkapkan bahwa ide bisnis ini berawal dari pengalamannya sebagai pemandu wisata. Ia menangkap kegelisahan para pelancong yang ingin berkemah namun tetap menginginkan kemudahan akses kendaraan.
“Awalnya saya pemandu wisata, sering keliling dan mendengar keluhan tamu. Kebetulan saya punya lahan nganggur yang dulu hanya ditanami kopi dan jeruk. Saya berinisiatif bikin tempat camping yang sesuai kebutuhan, terutama para pecinta campervan yang mobilnya sudah dimodifikasi jadi rumah berjalan,” ujar Resil pada Selasa (31/3/2026).
Setelah melalui proses penataan selama lima tahun, Sembalun Camper resmi dibuka pada akhir 2024. Hasilnya pun luar biasa. Meski sempat tutup selama bulan Ramadan akibat cuaca ekstrem, momentum Lebaran 2026 membawa berkah melimpah.
“Malamnya saya posting buka, besoknya langsung hampir full booking. Tiga malam terakhir ini benar-benar penuh terus. Bahkan ada yang berebutan masuk meski saya bilang sudah penuh. Omzet kotor satu malam saja bisa tembus Rp7 juta. Kalau ditotal sejak Sabtu lalu, sudah kisaran Rp15 juta sampai Rp 20 juta,” ungkapnya dengan nada syukur.
Salah satu daya tarik utama di Sembalun Camper adalah fasilitas Glamping (Glamorous Camping). Wisatawan tidak perlu repot membawa peralatan, cukup datang dan menikmati fasilitas mewah di tengah alam.
“Tamu sekarang seleranya makin bergaya, mereka cari yang Glamping. Meskipun harganya lebih mahal dari hotel, mereka rela bayar. Di dalamnya sudah ada kasur, selimut, mini kulkas, alat grill, hingga listrik langsung di tenda. Rasanya seperti di hotel, tapi pemandangannya langsung Gunung Rinjani, sawah dan perbukitan,” tutur Resil.
Untuk paket Glamping, harga dipatok mulai dari Rp650.000. Sementara itu, tenda standar dibanderol mulai Rp200.000 hingga Rp300.000, sudah termasuk sarapan. Bagi tamu yang membawa peralatan sendiri seperti tenda, dikenakan biaya sewa tempat sebesar Rp50.000 per orang dewasa dan Rp25.000 per anak-anak.
Azis, seorang wisatawan asal Bekasi yang telah tiga kali berkunjung ke Sembalun, mengaku jatuh cinta dengan udara dan suasananya yang asri.
“Tujuan saya ke sini memang untuk outdoor activity dan memberikan pengalaman buat anak-anak agar lepas dari HP. Udara di sini jauh lebih bersih dibanding kota besar. Suasananya benar-benar alami,” kata Azis.
Di balik kesuksesan ini, para pengelola dan wisatawan masih menaruh harapan besar pada pemerintah daerah, terutama terkait pasokan listrik dan air bersih. Saat ini, Sembalun Camper masih mengandalkan genset dan tenaga surya untuk memenuhi kebutuhan operasionalnya.
